selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Tak Cukup Razia, DPRD Surabaya Minta Pembinaan dan Pengawasan Pengemis Diperkuat

Tak Cukup Razia, DPRD Surabaya Minta Pembinaan dan Pengawasan Pengemis Diperkuat

Ilustrasi penertiban pengemis atau gepeng yang membludak saat bulan Ramadan di Surabaya.--

"Regulasi sudah ada. Tantangannya bukan pada kekuatan aturan, melainkan pada konsistensi pelaksanaan dan integrasi antarperangkat daerah," ungkap Cahyo.

BACA JUGA:Kinerja Satpol PP Jombang Disorot, Gepeng Masih Marak di Perempatan Jalan

Memasuki Ramadhan, ia menekankan pengawasan lebih intensif namun tetap humanis agar kekhusyukan ibadah tetap terjaga.

"Pasang imbauan resmi di titik strategis, perbanyak patroli persuasif, dan koordinasi dengan pengelola tempat ibadah. Ramadhan harus dijaga kekhusyukannya tanpa mengabaikan sisi sosial," paparnya. 

Ke depan, jika evaluasi menemukan celah terutama terkait fenomena musiman atau indikasi sindikat, DPRD menyatakan siap mendorong penguatan kebijakan, baik melalui revisi teknis Perda maupun penguatan mekanisme pembinaan sosial.

"Prinsipnya jelas ketertiban harus dijaga, kemiskinan tidak boleh dieksploitasi, dan solusi harus berkelanjutan," pungkas Cahyo. 

BACA JUGA:Bolos Sekolah di Warkop, Lima Pelajar Surabaya Dibawa ke Liponsos

Senada dengan itu,  Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, menilai Surabaya sebagai pusat aktivitas ekonomi Jawa Timur menjadi magnet bagi para penyandang pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial.

"Surabaya ini pusat aktivitas ekonomi Jawa Timur. Banyak yang melihat peluang di sini, termasuk saat Ramadhan ketika aktivitas masyarakat meningkat," ujar Johari. 

Ia juga mengakui potensi eksploitasi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas sangat mungkin terjadi.

"Sangat mungkin ada pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi tersebut sebagai sumber pendapatan. Ini yang harus diantisipasi dengan operasi gabungan dan pengawasan ketat," tegasnya.

Meski demikian, Johari menyebut peningkatan jumlah gepeng tahun ini tidak signifikan karena operasi gabungan Satpol PP dan Dinsos telah dilakukan sejak awal, termasuk penjagaan di perbatasan dan terminal.

BACA JUGA:Nasib Bocah Pencuri Kotak Amal, Tidak Ditahan Kini Diserahkan ke Liponsos untuk Dibina

Pendataan Jadi Titik Krusial

Johari menambahkan, secara program rehabilitasi sosial bagi warga Surabaya sebenarnya sudah berjalan cukup baik. Namun, tantangan terbesarnya terletak pada optimalisasi dan efektivitas pendataan.

Sumber: