HPN 2026

Reses di Perbatasan Surabaya, DPRD Tekankan Validitas Data DTSEN hingga Bantu UMKM

Reses di Perbatasan Surabaya, DPRD Tekankan Validitas Data DTSEN hingga Bantu UMKM

Reses di wilayah Tambak Osowilangun. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kawasan perbatasan kota kerap menjadi wilayah yang membutuhkan perhatian ekstra. Hal ini disadari betul oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. 

Dalam agenda reses yang digelar di Tambak Osowilangun, legislator dari Fraksi Gerindra ini menekankan pentingnya pemerataan akses program pemerintah hingga ke ujung wilayah Surabaya yang berbatasan dengan Gresik. 

BACA JUGA:Ketegangan Global Dorong Kenaikan Harga Emas, Pakar Ekonomi Ingatkan Risiko Resesi


Mini Kidi--

Di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi, Yona menyoroti isu krusial mengenai pendataan bantuan sosial. Ia mensosialisasikan pentingnya validitas data melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Menurutnya, akurasi data adalah kunci agar bantuan negara tidak salah alamat.

“Wilayah perbatasan seperti ini harus kita pastikan tidak tertinggal, baik pelayanan publik maupun akses program pemerintah,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.

BACA JUGA:Reses di Surabaya, Adies Kadir: Jangan Ada Lagi Anak Indonesia Putus Sekolah

Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya ini mengingatkan bahwa ketidakakuratan data sering kali menjadi penyebab ketimpangan penyaluran bantuan. Warga yang benar-benar membutuhkan bisa terlewat, sementara yang mampu justru terdata. Oleh karena itu, ia meminta warga bersikap kooperatif dan terbuka saat petugas survei DTSEN turun ke lapangan.

“Kalau ada petugas survei datang, mohon diterima dengan baik dan berikan informasi sesuai kondisi sebenarnya. Ini demi kepentingan panjenengan semua agar datanya valid,” tegasnya. 

Tak sekadar menyerap aspirasi dan sosialisasi kebijakan, pihaknya juga merealisasikan bantuan fisik untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi warga Tambak Osowilangun. 

BACA JUGA:Penghormatan Terakhir Ketua DPRD Surabaya, Isak Tangis Iringi Kepergian Adi Sutarwijono

Bantuan tersebut meliputi fasilitas umum berupa terop, kursi, meja, hingga mesin pemotong rumput untuk mendukung budaya gotong royong dan kebersihan lingkungan.

Namun, yang paling menyita perhatian adalah dukungan konkret bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Yona menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta kepada kelompok penjahit di lingkungan RT setempat. Bantuan ini diharapkan menjadi stimulus agar usaha rumahan tersebut bisa naik kelas.

“UMKM harus kita dorong terus. Dengan alat yang memadai, usaha ibu-ibu penjahit bisa berkembang dan memberi manfaat lebih besar bagi keluarga,” imbuhnya.

Sumber:

Berita Terkait