Dirut RPH Jamin Stok Daging di Surabaya Tetap Aman Melalui Unit Kedurus

Dirut RPH Jamin Stok Daging di Surabaya Tetap Aman Melalui Unit Kedurus

Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Direktur Utama PT Rumah Potong Hewan (RPH) Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, meminta masyarakat Kota Surabaya tidak panik menyikapi aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para jagal sapi di RPH Pegirian.

Fajar memastikan bahwa pasokan daging sapi segar di pasar-pasar Surabaya masih dalam kondisi aman dan terkendali.

BACA JUGA:Demo Jagal dan Pedagang Daging Sapi, DPRD Surabaya Fasilitasi Ruang Dialog untuk Cari Solusi


Mini Kidi--

Berdasarkan data RPH, kebutuhan daging sapi di Surabaya rata-rata mencapai 40 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 ton dipasok langsung melalui aktivitas pemotongan di RPH Surabaya.

“Untuk Surabaya itu kebutuhannya sekitar 40 ton. Dari jumlah itu, sekitar 20 ton berasal dari pemotongan di RPH Surabaya. Meski ada aksi mogok, pasokan tetap terjaga karena Unit RPH Kedurus masih beroperasi normal,” ujar Fajar. 

Untuk mengantisipasi dampak mogok kerja di salah satu unit, RPH Surabaya telah menyiagakan tim monitoring daging guna memastikan distribusi tidak terganggu. Fajar menegaskan bahwa operasional pemotongan digeser ke unit lain yang tetap bekerja.

BACA JUGA:Antara Tuntutan Perubahan dan Penolakan Jagal

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena daging sapi segar berkualitas masih tersedia di berbagai saluran distribusi resmi.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Daging sapi tetap tersedia melalui outlet RPH Surya Mart maupun 11 outlet pasar tradisional yang selama ini disuplai oleh mitra jagal kami. Kualitasnya pun tetap terjamin,” tambah Fajar.

Aksi mogok ini diketahui berkaitan dengan rencana relokasi aktivitas pemotongan dari RPH Pegirian ke RPH Tambak Oso Wilangon (TOW). 

BACA JUGA:Demo Jagal Memanas, Massa Terobos Gedung DPRD Surabaya

Fajar menjelaskan bahwa langkah ini diambil demi pembaruan fasilitas, mengingat RPH Pegirian sudah berusia sangat tua dengan banyak peralatan yang aus serta sistem sanitasi (IPAL) yang tidak lagi optimal.

Fajar meluruskan informasi yang beredar mengenai relokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa yang berpindah hanyalah lokasi pemotongan, sementara Pasar Daging Arimbi tetap beroperasi di tempat semula.

Sumber: