Dikepung Banjir Usai Hujan Deras 4 Jam, Kawasan Simo Terendam Setinggi Pinggul

Dikepung Banjir Usai Hujan Deras 4 Jam, Kawasan Simo Terendam Setinggi Pinggul

Banjir yang terjadi di kawasan Simo. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota SURABAYA selama kurang lebih empat jam pada Minggu 4 Januari 2026 sore hingga malam mengakibatkan puluhan titik di Kota Pahlawan terendam banjir. 

Kawasan Simo Banyuurip menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai pinggul orang dewasa, yang memicu kelumpuhan aktivitas warga dan puluhan kendaraan mogok.

BACA JUGA:Surabaya Dikepung Banjir, Dukuh Kupang dan Jajar Tunggal Terendam Air


Mini Kidi--

Banjir tidak hanya terkonsentrasi di satu titik. Data yang dihimpun menunjukkan genangan air merata di wilayah Surabaya Barat, Selatan, hingga Timur. 

Beberapa kawasan yang terdampak genangan air antara lain Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Gunung, Simo Gunung Kramat Timur, Simorejosari, Tanjungsari, dan kawasan Putat Jaya.

BACA JUGA:Cegah Banjir, Normalisasi Bozem Avour Sumo di Surabaya Barat Dimulai

Di wilayah Surabaya Selatan menggenangi kawasan Ketintang Telkom, Ngagel Rejo, Wisma Sejahtera Jambangan, Gayungsari Barat, hingga area RS Ewa Pangalila.

Bajir juga melanda kawasan Surabaya Timur antara lain Rungkut Mejoyo Selatan, Tenggilis Mejoyo (depan SMAN 14), kawasan Pandugo Baru depan RS EC, dan Jalan Purimas.

Di Jalan Margorejo, genangan tercatat sekitar 10 sentimeter, sementara fasilitas kesehatan seperti RSIA Kendangsari dan RS Ubaya juga tak luput dari luapan air dengan ketinggian mencapai 20 hingga 30 sentimeter.

BACA JUGA:Sinergi Tiga Pilar Wiyung Antisipasi Banjir dan Larangan Konvoi Malam Tahun Baru di Surabaya

Kondisi memprihatinkan dialami warga Simo Gunung Kramat. Nurfadilah (49), salah satu warga setempat, menceritakan bagaimana air mulai merangsek masuk ke dalam rumahnya melalui saluran pembuangan di bagian belakang.

Menurut Nurfadilah, air mengalir sangat deras dari dataran yang lebih tinggi, yakni kawasan Makam Jarak. 

"Air masuk dari belakang, itu berasal dari Makam Jarak. Area makam bahkan terendam sampai kijing-kijingnya (nisan) tidak terlihat," ungkapnya Senin 5 Januari 2026.

Sumber:

Berita Terkait