Pasar Tanjungsari 77 Jadi Ikon Buah Surabaya, Haji Ali Warisi Ilmu dan Kepedulian Sosial

Pasar Tanjungsari 77 Jadi Ikon Buah Surabaya, Haji Ali Warisi Ilmu dan Kepedulian Sosial

Haji Mochamad Ali, Direktur PT Maju Terus Kawan, saat berbincang dalam Podcast Memorandum TV.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Kawasan Tanjungsari di Asemrowo kini dikenal sebagai pusat buah-buahan di Surabaya, menggantikan citra lamanya sebagai tempat besi tua. Transformasi ini dipelopori oleh para pedagang buah dan dikuatkan dengan kehadiran Pasar Tanjungsari 77, Jumat 24 Oktober 2025.

Pasar yang dikelola PT Maju Terus Kawan di bawah kepemimpinan Haji Mochamad Ali itu kini menjadi ikon baru sekaligus motor penggerak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

BACA JUGA:Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Kepedulian Sosial

“Angan-angan saya, dan kini menjadi kenyataan, adalah Tanjungsari ini sudah menjadi ikon buah,” ujar Haji Ali.

“Dulu sebelum tahun 2010 orang mengenal daerah ini sebagai tempat besi tua. Sekarang, masyarakat yang mencari buah segar pasti larinya ke Tanjungsari 77. Ini adalah ikon baru di Surabaya,” imbuhnya.

Menurut Haji Ali, perubahan besar ini terjadi karena kebutuhan pasar yang terus berkembang. “Kalau sayur mayur, masyarakat tahu pusatnya di Pasar Keputran. Nah, untuk buah, tidak ada lagi pilihan utama selain ke Tanjungsari,” tambahnya.

Kecintaan Haji Ali pada dunia buah-buahan tumbuh dari ajaran orang tuanya. Ia menyebut, warisan berharga yang diterimanya bukan berupa harta, melainkan ilmu dan etos kerja.

“Saya jujur tidak diwarisi uang, tapi saya diwarisi ilmu. Saya ingat betul pesan orang tua, ‘Kalau kamu dikasih uang satu minggu pasti habis, tapi kalau dikasih ilmu itu bisa berguna selamanya,’” kenangnya.

Filosofi itu menjadi fondasi dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.

Prinsip tersebut diwujudkan melalui aksi sosial rutin PT Maju Terus Kawan yang setiap bulan memberikan santunan kepada anak yatim.

BACA JUGA:Wacana Penertiban Pasar Tanjungsari dan Pasar Dupak Rukun Masih Dibahas

Selain itu, Haji Ali juga menghibahkan satu unit ambulans baru untuk melayani kebutuhan warga sekitar.

Kehadiran Pasar Tanjungsari 77 menciptakan efek domino positif bagi perekonomian lokal. Warung kopi, toko kelontong, dan berbagai usaha kecil warga ikut berkembang seiring meningkatnya aktivitas perdagangan buah.


Mini Kidi--

Melihat potensi besar tersebut, Haji Ali berharap dukungan pemerintah kota dapat memperkuat identitas Tanjungsari sebagai kawasan buah Surabaya.

“Kami berharap pemerintah kota bisa memberikan support penuh, bahwasanya wilayah Tanjungsari ini sudah identik dengan buah. Pengakuan dan dukungan ini akan semakin memantapkan posisi kami dan memberikan dampak lebih luas bagi kesejahteraan warga,” tutupnya.

Sumber: