Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Kepedulian Sosial

Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Bangkitkan Ekonomi Lokal dan Kepedulian Sosial

Haji Mochamad Ali, Direktur PT Maju Terus Kawan, pengelola Pasar Tanjungsari 77 dalam Podcast Memorandum TV.--

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID – Sejak beroperasi pada tahun 2019, Pasar Buah Tanjungsari 77 di Kelurahan Asemrowo, Surabaya, telah bertransformasi dari sekadar pusat grosir buah menjadi penggerak ekonomi lokal, Jumat 24 Oktober 2025.

Pasar yang dikelola PT Maju Terus Kawan itu kini menciptakan puluhan lapangan kerja dan mengubah kawasan yang dulu dikenal rawan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang hidup.


Mini Kidi--

Keberadaan Pasar Tanjungsari 77 dengan cepat menjadi jujukan utama bagi pedagang buah, tidak hanya dari wilayah aglomerasi seperti Lamongan, Gresik, dan Sidoarjo, tetapi juga dari Jawa Tengah seperti Blora dan Cepu.

Namun, dampak terbesarnya justru dirasakan masyarakat sekitar yang ekonominya ikut terangkat.

Haji Mochamad Ali, Direktur PT Maju Terus Kawan, menceritakan perubahan besar yang terjadi di kawasan itu sebelum dan sesudah pasar beroperasi.

BACA JUGA:Wacana Penertiban Pasar Tanjungsari dan Pasar Dupak Rukun Masih Dibahas

“Tahun 2010 ke bawah, wilayah situ sangat rawan kalau dilalui kendaraan roda dua. Rawan kejahatan, termasuk lampu PJU juga kurang saat itu,” kenang Haji Ali dalam Podcast Memorandum TV.

Ia menambahkan, perubahan mulai terasa setelah pasar buah beroperasi di Jalan Tanjungsari, Kelurahan Asemrowo.

“Setelah ada pasar buah, ekonomi sekitar mulai hidup. Mulai ada warung-warung kopi, penjual makanan, toko-toko kelontong. Banyak yang menggantungkan hidup dari aktivitas pasar,” jelasnya.

Menurutnya, kini puluhan warga sekitar terlibat langsung dalam aktivitas pasar dan mendapatkan lapangan kerja baru.

“Dengan bergeliatnya aktivitas pedagang buah di Tanjungsari, dampaknya sangat positif. Ini kan membantu pemerintah mengurangi pengangguran. Ekonomi turunannya juga mulai bergerak,” tegasnya.

BACA JUGA:Pedagang Pasar Tanjungsari Menolak Rencana Penutupan dan Relokasi oleh Pemkot Surabaya

Sebagai pelaku usaha, Haji Ali berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Surabaya.

“Kita sebagai pelaku usaha, jikalau ada yang kurang baik, mungkin bisa diarahkan oleh pemerintah agar bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

Selain menggerakkan ekonomi, pengelola pasar juga dikenal aktif menjalankan tanggung jawab sosial. Hubungan baik terjalin dengan pemangku wilayah, termasuk Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

“Kami ada dana seperti CSR. Jadi, kami mengais rezeki di wilayah tersebut, sebagian rezeki kita salurkan ke anak yatim dan keluarga kurang mampu,” tutur Haji Ali.

BACA JUGA:Pantau Harga Eceran, Satgas Pengendalian Harga Beras Sidak Dua Pasar di Surabaya

Ia menjelaskan, kegiatan sosial tersebut menjadi agenda rutin setiap bulan.

“Setiap bulan itu ada santunan anak yatim. Sosial kemasyarakatan terus berjalan. Ini timbal balik Pasar Tanjungsari 77 kepada warga sekitar,” tambahnya.

Nilai kepedulian itu, kata Haji Ali, merupakan pesan turun-temurun dari orang tuanya.

“Orang tua berpesan, ‘kalau kamu punya rezeki, jangan sampai lupa kepada anak yatim dan warga yang kurang mampu.’ Itu pesan yang masih selalu saya ingat dan saya jalankan hingga saat ini,” pungkasnya.

Sumber:

Berita Terkait