Teater Digital dan Ilusi Nyali
-Ilustrasi-
Kelak, cara paling telak untuk menghukum para pencari sensasi semacam ini bukanlah dengan memukul atau melabraknya, melainkan dengan membiarkan mereka sunyi.
BACA JUGA:Saat Kursi Lebih Silau dari Akhlak
Cukup berpaling, menyeruput kopi dengan tenang, dan merampas satu-satunya hal yang paling mereka takuti: diabaikan semesta sepenuhnya. (*)
Catatan Akhir Pekan KH A Nawawi Maksum: Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Bondowoso
Sumber:








