Buka Pendaftaran Cakada, PKB Kota Malang Tekankan Moral Politik

Buka Pendaftaran Cakada, PKB Kota Malang Tekankan Moral Politik

Ketua DPC, ketua Desk Pilkada PKB Kota Malang, dan sejumlah fraksi.-Biro Malang Raya-

MALANG, MEMORANDUM - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang secara resmi membuka pendaftaran untuk calon wali kota dan calon wakil wali Kota Malang atau calon kepala daerah (cakada).

BACA JUGA:Bojonegoro Hibah Rp 29,8 M, Barter Wilayah Lamongan 45 Hektare

Hal itu dilakukan, sebagai menindaklanjuti arahan DPP PKB. Pendaftaran dimulai 20 April 2024 hingga dinilai mencukupi. Atau menjelang pendaftaran paslon ke KPUD bulan Agustus 2024 mendatang.

BACA JUGA:Bupati Hendy Canangkan Parade Pegon Digelar Setiap Hari Libur di Jember

"Untuk tahap pertama, pendaftaran sampai dengan tanggal 7 Mei 2024. Setelah pendaftaran, tahap berikutnya dilakukan penjaringan awal. Selanjutnya, diserahkan ke DPP PKB. Diseleksi dan diberi rekomendasi," terang Ketua Desk Pilkada Kota Malang dari PKB H Abdurrahman ditemui di kantor PKB, Selasa 23 April 2024.

BACA JUGA:Mengawal Ide Besar Pemkot Pasuruan dalam Mengembangkan Wisata Heritage Terintegrasi

Para calon itu, bisa dari kader internal maupun dari eksternal partai. Terbuka untuk siapa saja. Nantinya, akan melewati UKK yang dilaksanakan DPP PKB. Salah satu tahapan, adalah uji kelayakan, bahkan akan diundang Ketua Umum.

BACA JUGA:Sedang Tayang di Bioskop! Badarawuhi di Desa Penari Membahas Apa Saja?

"Kalau sudah mendaftar melalui PKB, boleh langsung melakukan sosialisasi bahkan komunikasi ke masyarakat. Namun demikian, tidak berarti pasti dapat rekom," tambah Ketua DPC PKB Kota Malang H Fatchullah

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini DPC PKB Kota Malang meraih 8 kursi DPRD, Untuk itu, pihaknya optimis bisa mengusung N1 di Pilkada Kota Malang. Selain itu, juga siap berkoalisi dengan partai lain.

Disinggung persyaratan pendaftar, ia tidak menyebut secara sepesifik. Termasuk siapa saja kira kira datang dan melakukan pendaftaran 

"Yang pasti, yang dari internal kader juga ada. Tentu saja melihat aspirasi dari bawah. Kapasitas, elektabilitas menjadi pertimbangan. Bermoral politik sangat penting. Untuk pendaftar bisa online dan offline," pungkasnya. (*)

Sumber: