HPN 2026

De Jong Kritik Provokasi Carvajal terhadap Lamine Yamal di El Clasico

De Jong Kritik Provokasi Carvajal terhadap Lamine Yamal di El Clasico

El Clasico dimenangkan Madrid 2-1.-IG:realmadrid.-

MEMORANDUM.CO.ID-Gelandang Barcelona, Frenkie de Jong, melontarkan kritik terhadap tindakan Dani Carvajal yang memprovokasi Lamine Yamal di akhir laga El Clásico yang berlangsung panas.

Pertandingan tersebut bahkan berakhir dengan keributan antar pemain di lapangan.

Dalam duel sengit itu, Real Madrid berhasil menumbangkan Barcelona dengan skor 2-1, memutus empat kekalahan beruntun di El Clásico sekaligus memperlebar jarak di puncak klasemen LaLiga menjadi lima poin.

Sejak awal laga, Yamal menjadi sasaran ejekan suporter Madrid akibat komentarnya pekan lalu yang menyinggung keputusan wasit dalam beberapa pertandingan sebelumnya.

Di akhir laga, Carvajal tampak mendekati Yamal dan membuat gestur tangan yang memancing emosi pemain muda tersebut.

“Jika Carvajal ingin berbicara dengan Lamine, sebaiknya dilakukan secara pribadi,” ujar De Jong usai laga seperti dilansir ESPN.

“Mereka sama-sama membela Spanyol, jadi bisa saling bicara langsung tanpa membuat keributan di lapangan," katanya.

BACA JUGA:BREAKING NEWS! Real Madrid Tekuk Barcelona 2-1 di Laga El Clasico


Mini Kidi--

Sebelum pertandingan, Yamal memang sempat memicu kontroversi ketika tampil di kanal YouTube Kings League milik mantan bek Barça, Gerard Piqué, dan menyamakan Real Madrid dengan salah satu tim di kompetisi itu.

Namun, De Jong menilai komentar Yamal telah disalahartikan.

“Lamine tidak pernah berkata Madrid mencuri kemenangan,” tegasnya. “Ucapan itu hanya dipelintir. Saya bisa memahami reaksi pemain Madrid, tapi respon mereka berlebihan," jelasnya.

Suasana panas di Santiago Bernabéu pun membuat Yamal jadi bulan-bulanan sorakan. Setiap kali namanya disebut atau menyentuh bola, siulan keras terdengar dari tribun.

Asisten pelatih Barça, Marcus Sorg, yang menggantikan Hansi Flick karena skorsing, menilai tekanan besar itu turut memengaruhi performa Yamal.

“Dia masih belajar menghadapi atmosfer seperti ini. Biasanya dia bermain sangat baik, tapi hari ini tidak mudah baginya,” ucap Sorg.

Sorg juga menambahkan bahwa Yamal baru pulih dari cedera pangkal paha, sehingga butuh waktu untuk kembali ke performa terbaik.

“Dia baru 18 tahun dan masih butuh ritme pertandingan. Kami harus mendukungnya agar terus berkembang,” tambahnya.

Dalam laga itu, pertahanan Madrid tampil disiplin. Álvaro Carreras berhasil membatasi pergerakan Yamal dengan bantuan rekan-rekannya, bahkan beberapa kali melakukan pengawalan dua lawan satu.

Sementara itu, pelatih Madrid Xabi Alonso memilih untuk meredam tensi pasca laga dan enggan memperpanjang polemik.

Sumber: