Seluruh gol Atlético tercipta di babak pertama. Gol pembuka datang dari gol bunuh diri Eric García, sebelum Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julián Álvarez bergantian mencatatkan nama di papan skor untuk membawa tuan rumah unggul jauh.
Leg kedua semifinal dijadwalkan berlangsung di Spotify Camp Nou pada 3 Maret mendatang. Pemenang dari duel ini akan berhadapan dengan Real Sociedad atau Athletic Club di partai final.
Flick mengakui performa Barcelona di paruh pertama laga jauh dari harapan. Menurutnya, jarak antarpemain terlalu renggang dan pressing tidak berjalan sesuai rencana.
“Kami tidak tampil sebagai sebuah tim di babak pertama. Jarak antar pemain terlalu jauh dan pressing tidak seperti yang kami inginkan,” ujar Flick dalam konferensi pers usai laga seperti dilansir ESPN.
BACA JUGA:Arsenal Tertahan di Brentford, Jarak dengan Man City Menyempit

Mini Kidi--
Ia menilai 45 menit awal pertandingan menjadi pelajaran penting bagi skuadnya. “Kadang pelajaran seperti ini datang di waktu yang tepat. Mungkin hari ini adalah momen itu,” katanya.
Meski menelan kekalahan besar, Flick tetap menyampaikan kebanggaannya terhadap tim sepanjang musim ini, terutama melihat banyaknya pemain yang harus absen karena cedera.
“Ini kekalahan yang berat, tetapi secara keseluruhan saya tetap bangga dengan tim. Kami mengalami banyak cedera dan harus terus beradaptasi. Kami akan bangkit,” tegasnya.
Flick menambahkan bahwa semangat dan determinasi Atlético Madrid terlihat jauh lebih besar sejak awal laga. Hal tersebut menjadi catatan penting bagi Barcelona untuk tampil lebih agresif sejak menit pertama pada leg kedua nanti.
“Kami masih punya leg kedua. Kami akan berjuang. Jika kami bisa memenangkan setiap babak dengan skor 2-0, itulah target kami. Kami butuh dukungan penuh suporter di Camp Nou, lalu kita lihat apa yang terjadi,” ucapnya optimistis.
Dominasi Atlético sudah terlihat sejak awal pertandingan. Kesalahan umpan balik Eric García yang gagal diantisipasi kiper Joan García membuka jalan bagi gol pertama.
Griezmann kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-14, disusul gol Lookman di menit ke-30, sebelum Álvarez menutup pesta gol di masa tambahan waktu babak pertama sekaligus mengakhiri paceklik golnya dalam 11 laga.
Barcelona tampil lebih baik usai jeda dan sempat mencetak gol melalui Pau Cubarsí pada menit ke-51. Namun, gol tersebut dianulir setelah tinjauan VAR yang berlangsung cukup lama karena posisi offside.
Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari Flick. Ia menilai wasit terlalu lunak terhadap sejumlah pelanggaran Atlético di awal pertandingan dan meluapkan kekecewaannya atas gol Barcelona yang dianulir.