Sosok perempuan inspiratif Dinar Binta mampu menunjukkan bahwa menjadi seorang arsitek bukan sekadar tentang b
Sosok perempuan inspiratif Dinar Binta mampu menunjukkan bahwa menjadi seorang arsitek bukan sekadar tentang bentuk dan gambaran tetapi juga tentang suasana-Cahya Fitra Sava Ardhiani-
MEMORANDUM.CO.ID – Di tengah deretan bangunan modern yang kian beragam, sosok perempuan inspiratif, Dinar Binta, hadir dengan karya yang berbeda.
Arsitek muda berusia 24 tahun ini mampu menunjukkan bahwa menjadi seorang arsitek bukan sekadar tentang bentuk dan gambaran, melainkan juga tentang menciptakan suasana.
Melalui perpaduan konsep, ia menghasilkan sebuah kehangatan dan ruang bernapas yang mendekatkan manusia dengan alam.
BACA JUGA:Candi Dermo, Peninggalan Majapahit yang Nyaris Terlupakan
BACA JUGA:Rekomendasi Perpustakaan Gratis di Surabaya, Ruang Belajar Nyaman Bagi Warga Kota
Karya-karya Dinar terkesan unik karena selalu berpegang pada prinsip desain yang kuat, tidak hanya berfokus pada struktur fungsional.
Keunikan desainnya terletak pada kemampuannya menghidupkan kembali nilai-nilai lokal tanpa kehilangan sentuhan modern.
Dalam rancangannya, ia tak jarang menggunakan material alami seperti kayu jati, batu alam, dan bambu, namun hasilnya tetap berkesan minimalis dan bersih (clean).
"Tantangan terbesar saya sebagai seorang arsitek yaitu ketika menyatukan konsep keinginan klien dengan ide saya sendiri," ujar Dinar Binta. "Maka dari itu, penting untuk dikomunikasikan terlebih dahulu. Namun, kalau ada kekurangan, akan dilakukan revisi hingga mencapai titik temu."
Sebagai perempuan yang menggeluti dunia desain, ia kerap menghadapi berbagai tantangan. Namun, hal itu tidak pernah menjadi hambatan.
Sebaliknya, tantangan justru memacunya untuk lebih semangat menemukan solusi yang dapat memperkaya kreativitasnya di masa depan.
Bagi Dinar, menjadi seorang arsitek bukan sekadar menonjolkan fungsi atau bentuk. Lebih dari itu, ia memandang bagaimana setiap ruang yang diciptakan harus mampu menghadirkan suasana baru dan tetap relevan dengan perkembangan desain di masa mendatang.
Inspirasinya bisa datang dari hal-hal sederhana. Namun, yang paling utama adalah mendengarkan keinginan dan target klien.
BACA JUGA:Mengenal Madilog: Karya Tan Malaka Ubah Pikiran Irasional Jadi Kritis
Sumber:

