Ratusan Santri Jadi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Manual Masih Dilakukan

Ratusan Santri Jadi Korban Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Evakuasi Manual Masih Dilakukan

Petugas berupaya menyelamatkan korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny.-Anwar Hidayat-

SIDOARJO, MEMORANDUM.CO.ID - Proses penyelamatan korban reruntuhan bangunan tiga lantai Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, masih berlangsung hingga larut malam, Senin 29 September 2025. Petugas gabungan berupaya mengevakuasi korban secara manual di antara puing-puing bangunan.

BACA JUGA:Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Polda Jatim Bantu Evakuasi Korban

Puluhan petugas gabungan dari kepolisian, Badan SAR Nasional (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja keras melakukan evakuasi. Upaya dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak membahayakan korban yang mungkin masih tertimbun.


Mini Kidi--

Dua unit excavator dan beberapa ambulans disiagakan di halaman ponpes untuk mempercepat evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit terdekat. Hingga pukul 23.00 WIB, tim masih terus melakukan penyelamatan meskipun kondisi reruntuhan menyulitkan proses pencarian.

BACA JUGA:Bupati Sidoarjo Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny

Ratusan warga memadati lokasi, sementara keluarga korban terlihat cemas menanti kabar anggota keluarganya.


Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meninjau lokasi kejadian.-Anwar Hidayat-

Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan duka mendalam atas musibah ini.

“Kami pastikan pencarian dan evakuasi santri yang menjadi korban akan dilakukan sampai tuntas,” ujarnya.

BACA JUGA:Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo Ambruk, Belasan Ambulans Disiagakan

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombespol Jules Abraham Abast, menyebutkan jumlah korban yang berhasil dievakuasi mencapai 83 orang.

“Data sementara, sebanyak 83 korban sudah dievakuasi. Dari jumlah itu, 1 meninggal dunia,” ungkapnya, Selasa malam (29/9).


Petugas berupaya menyelamatkan korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny.-Anwar Hidayat-

Sumber: