Alami Trauma, Korban Pemerkosaan Didampingi KBPPPA Gresik

Alami Trauma, Korban Pemerkosaan Didampingi KBPPPA Gresik

Tersangka pemerkosaan anak di bawah umur, Muhammad Irfan alias MI.--

GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Trauma berat harus dirasakan oleh sebut saja Mawar (16), siswi kelas 3 SMP di Pulau Bawean, GRESIK. Anak di bawah umur tersebut menjadi korban pemerkosaan saat hendak menyervis HP-nya yang rusak.

Pemerkosaan tersebut dilakukan oleh Muhammad Irfan (25) alias MI, dengan modus membantu memperbaiki HP korban. Menurut pengakuan MI, tindakan bejat itu ia lakukan sebanyak dua kali dengan cara memaksa korban, di sebuah rumah kosong yang terletak di Kecamatan Tambak, Bawean.

BACA JUGA:Pemerkosa Anak Bawah Umur di Bawean Jadi Tersangka, Diancam 15 Tahun Penjara


Mini Kidi--

Akibatnya, korban pun harus menderita luka trauma yang mendalam. Kini, korban telah mendapat pendampingan khusus dari Dinas KBPPPA Gresik guna pemulihan fisik maupun psikis korban. 

“Kami merasa amat prihatin dengan peristiwa ini,” ujar Kadis KBPPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, Jumat 21 Februari 2025.

“Saat ini korban di rumah yang aman, kami memastikan untuk terus melakukan pendampingan psikologis, bantuan hukum, hingga korban bisa perlahan pulih fisik dan mentalnya,” terangnya.

BACA JUGA:Menyebrang ke Bawean, Polres Gresik Jemput Dua Tersangka Pemerkosaan

Titik menuturkan, bahwa korban langsung didampingi oleh jajarannya di UPTD PPA Bawean. Di sana, korban dilakukan assesmen awal oleh petugas, lalu dilayarkan ke Gresik untuk mendapatkan pendampingan yang maksimal.

“Di Bawean ada tim kami di  UPTD PPA yang kantornya gabung dengan balai penyuluh KB di Kecamatan Tambak dan Sangkapura,” kata dr Titik.

“PPA kami di Bawean yang assesmen awal dan mendampingi korban ke daratan (Gresik),” ujarnya.

BACA JUGA:Diduga Perkosa Anak di Bawah Umur, Pemuda Bawean Diringkus Polisi

Lebih lanjut, Titik pun membenarkan terkait trauma yang dialami oleh korban. Saat ini, ucap Titik, korban masih memerlukan pendampingan psikologis berkelanjutan, agar segera pulih dan kembali bersemangat menjalani hidup.

“Tentunya demikian (korban mengalami trauma). Masih perlu pendampingan psikologi berkelanjutan dan rehab sosial agar bisa pulih dan kembali semangat menatap masa depan,” terangnya.

Sumber: