Pergoki Suami Selingkuh, IRT di Gresik Malah Mendapat KDRT

Unit PPA Satreskrim Polres Gresik. -Achmad Willy Alva Reza-
GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID - Pengalaman pilu harus dilalui ibu rumah tangga (IRT), POD (33), warga Kebomas, Gresik. Dirinya mengaku kerap mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari suaminya, IBP.
BACA JUGA:KDRT, Suami Dilaporkan ke Polisi
Hal tersebut pun telah ia laporkan ke Polres Gresik. POD bercerita, KDRT mulai ia alami setelah dirinya memergoki suami berselingkuh dengan wanita lain.
--
Mulai sejak itu, dirinya pun sering terlibat cekcok dengan IBP. Dari pertengkaran itu, ia kemudian menerima KDRT hingga tiga kali dari suaminya tersebut.
"Awalnya, saya memergoki suami saya berselingkuh. Saat itu, saya mengecek HP suami saat tidur. Pas saya lihat, ternyata sedang mengirim video syur ke selingkuhannya," kata POD kepada wartawan, Jumat 31 Januari 2024.
Ia menyebut, KDRT telah dilakukan suaminya sejak Oktober 2024. Setelah itu, dirinya pun sempat melapor ke polisi. Namun laporan terebut dicabut lantaran IBP berjanji untuk berubah dan tidak mengulang kekerasan terhadapnya.
KDRT kedua ia alami saat malam Natal Desember 2024. Hal tersebut juga kembali ia laporkan ke polisi. POD pun diketahui telah melakukan visum hingga proses berita acara pemeriksaan (BAP). Namun laporan kembali dicabut.
“Itu (laporan polisi) semua karena saya mengetahui perselingkuhan suami saya dan saya kerap mengalami kekerasan," tutur POD.
Meski berjanji tak mengulangi KDRT, IBP diketahui tetap mengulangi tindakan itu sebulan setelah laporan dicabut. POD menyebut, pencabutan laporan sebelumnya juga ia lakukan lantaran terdapat ancaman laporan balik dari IBP.
"Dulu saya cabut dua kali laporan itu karena suami saya menyakin kan saya akan berubah dan minta maaf,” tuturnya.
“Ada surat pernyataan bermaterai juga jika mengulangi akan membayar denda Rp 2 miliar pada 24 Desember 2024. Tapi baru sebulan, tetap mengulangi lagi," imbuhnya.
Oleh sebab itu, dirinya pun akhirnya mengungkap tindakan KDRT tersebut di media sosialnya. Kasus tersebut pun kini ramai mendapat sorotan dari masyarakat.
“Dia (IBP) orang hukum, sedangkan saya tidak paham sama sekali. Saya gak ada pilihan, makanya saya posting di media sosial agar dapat bantuan orang-orang baik. Bagaimana pun saya ini hanya mencari keadilan," ujarnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni mengakui telah menerima laporan tersebut. Ia menyebut, polisi kini tengah melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.
"Sudah kita terima laporannya. Saat ini masih penyelidikan untuk mendalami kasus tersebut," kata Abid. (rez)
Sumber: