Serangan Hama dan Cuaca Buruk, Petani Tembakau Ponorogo Terancam Gagal Panen

Serangan Hama dan Cuaca Buruk, Petani Tembakau Ponorogo Terancam Gagal Panen

Petani tembakau di Kabupaten Ponorogo.--

PONOROGO, MEMORANDUM.CO.ID – Angin kencang yang melanda Kabupaten Ponorogo dalam beberapa pekan terakhir membuat petani tembakau khawatir tanamannya rusak dan gagal panen, Jumat 29 Agustus 2025.

Ketua Kelompok Tani Tembakau Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Ahmad, mengeluhkan kondisi tanaman tembakaunya yang rusak akibat cuaca buruk. Daun mulai menguning, batang membusuk, dan serangan kutu menyebabkan tanaman gagal tumbuh.


Mini Kidi--

“Efek cuaca, sebagian batang busuk menguning, pupuk menguap terus akhirnya mengering. Itu juga ada,” katanya, Jumat 29 Agustus 2025.

Saat ini, petani tembakau Ponorogo harus pontang-panting mencari anggaran untuk membeli obat-obatan tanaman guna mengatasi masalah tersebut agar tidak mengalami gagal panen.

BACA JUGA:Pembudidaya Ikan Telaga Ngebel Tolak Pemindahan Keramba

“Tenaganya harus tambah, terus melakukan penyemprotan nutrisi. Kalau tidak diberi nutrisi tidak bisa maksimal. Nutrisi itu juga mahal, kemarin satu liter saja sekitar 300 sampai 400 ribu,” jelas Ahmad.

Tidak hanya tanaman yang masih berada di ladang, tembakau yang sudah dipanen juga turut terdampak.

“Efeknya di pengeringan, jadi kualitasnya turun. Dari perkiraan petani harganya di atas 30 ribu per kilogram, tapi kemarin ada yang setor cuma 22 ribu atau 20 ribu,” ungkapnya.

BACA JUGA:Disdukcapil Ponorogo Pastikan ODGJ Punya KTP

Ahmad menambahkan, banyak petani tembakau di Ponorogo terpaksa melakukan tanam ulang akibat hama atau yang biasa disebut puter.

“Kemarin yang di sebelah barat gudang itu terkena hama puter semua. Lahan diolah lagi lalu ditanami kembali. Gagal panen pertama, jadi tanam dua kali. Kalau sudah tanam itu paling sekitar empat jutaan. Pupuk lahan sama benihnya kurang lebih sekitar tiga sampai empat jutaan,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Memorandum, di Desa Jalen, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, terdapat kurang lebih 35 hektare lahan tembakau, dengan hampir 30 persen di antaranya mengalami kerusakan.(jkn/rik)

Sumber: