Program Helm On Jadi Andalan Satlantas Polres Pasuruan Tekan Kecelakaan

Program Helm On Jadi Andalan Satlantas Polres Pasuruan Tekan Kecelakaan

KBO Satlantas Polres Pasuruan mengapresiasi guru dan pelajar SMAN 1 Bangil yang sudah tertib berlalulintas.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Inovasi atau temuan baru kembali diluncurkan Satlantas Polres Pasuruan. Setelah membentuk kampung tertib lalu lintas, kini Satlantas mengenalkan program Helm On. Sebuah program yang menggerakkan pengguna jalan agar memakai helm saat berkendara. 

Helm on juga berarti dalam bahasa Jawa: Helm an atau harus memakai helm. Program ini diluncurkan saat apel di Lapangan Satlantas Polres Pasuruan.  

BACA JUGA:Kapolres Pasuruan Resmikan Kantor Polsek Gempol dan Aula Bhayangkari


Mini Kidi--

Apel ini bukan sekadar seremonial belaka. Melainkan momentum pemberian apresiasi kepada elemen pendidikan yang dinilai konsisten menjadi teladan tertib berlalu lintas dengan memakai helm.

Dalam apel yang khidmat tersebut, Satlantas menghadirkan perwakilan dari dua sekolah menengah di Kabupaten Pasuruan, yakni, SMA Negeri 1 Bangil dan MAN 1 Pasuruan. Penghargaan diberikan kepada guru wali kelas dan siswa yang terbukti disiplin menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI) saat berkendara, berdasarkan pemantauan kamera pengawasan milik Satlantas Polres Pasuruan.

BACA JUGA:Polres Pasuruan Rilis Capaian Kinerja Tahun 2025, Data Kecelakaan Lalu Lintas Naik

Program Helm On digagas sebagai upaya membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak usia pelajar. Kehadiran guru dan siswa penerima penghargaan di lapangan apel dimaksudkan sebagai simbol sekaligus role model bagi pelajar lain agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP. Derie Fradesca yang diwakili oleh KBO Lantas Ipda Hendrik menegaskan, peran pendidik dan kedisiplinan siswa memiliki kontribusi signifikan dalam menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan usia produktif.

“Keselamatan di jalan raya tidak bisa dibangun dengan penindakan semata. Dibutuhkan keteladanan dan kesadaran. Guru dan pelajar adalah kunci perubahan itu,” kata Hendrik pada Kamis 8 Januari 2025. 

BACA JUGA:Polres Pasuruan Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Desa Mendalan Pandaan

Menurut Hendrik, pemberian penghargaan ini membawa misi strategis. Antara lain mencetak pelajar sebagai pelopor keselamatan lalu lintas, mendorong edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah, serta menekan angka fatalitas kecelakaan yang kerap melibatkan kalangan pelajar.

“Kami ingin para pelajar memahami bahwa menggunakan helm bukan karena takut ditilang polisi, melainkan demi melindungi nyawa mereka sendiri. Apresiasi ini diharapkan menularkan budaya disiplin ke seluruh siswa di Pasuruan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara kepolisian dan institusi pendidikan, Satlantas Polres Pasuruan optimistis program Helm On mampu menurunkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan. Program ini dipastikan akan terus berlanjut dengan menyasar lebih banyak sekolah di wilayah hukum Polres Pasuruan.(kd/mh)

Sumber: