Pengamat Anak Usulkan SIM Sekolah untuk Pelajar SMP
Isa Anshori--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Maraknya pelajar SMP yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor menjadi perhatian serius pemerhati anak, Isa Anshori. Menurutnya, persoalan ini tidak bisa dilihat secara hitam-putih, sebab ada berbagai faktor yang memaksa anak-anak menggunakan kendaraan bermotor.
Isa menjelaskan, banyak sekolah SMP yang lokasinya tidak dekat dengan zonasi tempat tinggal siswa. Kondisi tersebut membuat siswa membutuhkan alat transportasi untuk bisa sampai ke sekolah. Namun, pilihan transportasi tidak selalu tersedia. Selain kendaraan bermotor pribadi, bus sekolah pun memiliki rute terbatas dan tidak menjangkau semua wilayah.
“Sekolah sebenarnya tidak memperbolehkan siswa SMP membawa kendaraan bermotor. Buktinya, siswa yang membawa motor tidak diizinkan parkir di halaman sekolah. Artinya, pihak sekolah sudah menerapkan aturan dengan tegas. Siswa SMP tidak boleh membawa motor, berbeda dengan SMA,” ujar Isa.
BACA JUGA:ONIC ID Rekrut Kelra dari Filipina untuk MPL ID Musim 17
BACA JUGA:Bhabinkamtibmas Polsek Simokerto Sosialisasi Operasi Keselamatan 2026 di SMK ABI Surabaya

Mini Kidi--
Meski demikian, persoalan muncul ketika anak-anak harus berangkat ke sekolah. Tidak semua siswa bisa naik sepeda angin karena jarak yang cukup jauh. Demi mengejar waktu dan efisiensi, sebagian memilih menggunakan sepeda motor meski belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). “Melarang naik motor juga tidak bisa, membolehkan pun salah karena mereka tidak punya SIM. Ini dilema,” ungkapnya.
Isa menilai solusi ideal adalah penggunaan transportasi umum, khususnya bus sekolah. Namun kenyataannya, tidak semua wilayah terjangkau layanan tersebut. Kondisi ini membuat orang tua dan siswa berada dalam posisi sulit.
Sebagai solusi praktis, Isa mengusulkan penerbitan SIM sekolah bagi pelajar. Menurutnya, SIM sekolah bisa menjadi jalan tengah agar anak-anak tetap terkontrol dan bertanggung jawab saat berkendara.
“Kalau melanggar aturan, SIM sekolahnya bisa dicabut. Tidak perlu ditilang, tapi bisa diberikan sanksi sosial. Ini akan mendidik anak agar bertanggung jawab karena mereka diberi kepercayaan,” jelasnya.
BACA JUGA:Solusi Petani Saat Musim Hujan, Mahasiswa Untag Surabaya Bikin Inovasi Alat Pengering Gabah Otomatis
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan jalur khusus bagi pelajar, baik untuk sepeda maupun kendaraan bermotor, guna meningkatkan keselamatan di jalan.
“Melarang tanpa solusi justru akan menimbulkan masalah baru. Tidak semua orang tua mampu mengantar anaknya, apalagi bagi keluarga yang secara ekonomi terbatas,” ujar Isa.
Ia kembali menegaskan bahwa transportasi umum massal tetap menjadi solusi jangka panjang, meski saat ini belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan akses anak-anak sekolah. (rio)
Sumber:




