Jawa Timur Siagakan Ribuan Armada Sambut Arus Mudik Lebaran
Kadishub Jatim Nyono.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang momentum Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah mematangkan kesiapan infrastruktur dan moda transportasi guna melayani lonjakan pemudik. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran pergerakan masyarakat yang masuk maupun keluar dari wilayah Jatim selama masa angkutan Lebaran.
BACA JUGA:Sudah Gratis Tapi Sepi, Dishub Jember Minta Media Masifkan Informasi Shuttle Bus Bandara

Mini Kidi Wipes.--
Kadishub Jatim Nyono memaparkan, kekuatan armada yang disiagakan mencakup berbagai lini transportasi darat, laut, dan udara. Sebanyak 6.637 unit bus dipersiapkan untuk melayani jalur antar kota, didukung oleh operasional 148 rangkaian kereta api yang siap menyisir jalur-jalur utama rel di Jatim.
“Kami juga memperkuat sektor transportasi udara dengan 302 unit pesawat, sementara konektivitas perairan akan dilayani oleh 55 kapal laut serta 71 kapal penyeberangan untuk menjangkau wilayah kepulauan,” tuturnya, Rabu, 25 Februari 2026.
BACA JUGA:Gelar Pantaukir, Dishub Tulungagung Pastikan Aturan Parkir Berlangganan Dilaksanakan di Lapangan

Gempur Rokok Illegal--
Nyono menegaskan bahwa seluruh armada tersebut telah melalui proses pengecekan guna menjamin keamanan penumpang. Menurutnya, pemantauan tidak hanya terbatas pada transportasi umum, tetapi juga mencakup pergerakan kendaraan pribadi yang diprediksi akan mendominasi jalur darat.
“Kami terus memantau pergerakan kendaraan pribadi secara akurat menggunakan teknologi kamera AI (artificial intelligence, red) yang telah terpasang di titik-titik krusial perbatasan, baik antara Jawa Tengah-Jawa Timur maupun Bali–Jawa Timur. Dengan data yang real-time ini, kami dapat mengambil langkah antisipasi kemacetan secara lebih cepat dan tepat," ujar Nyono.
BACA JUGA:Kawal Aspirasi Mahasiswa, Polsek Gayungan Amankan Aksi Unjuk Rasa PMII di Kantor Dishub Jatim
Data dari Dishub Jatim menunjukkan tekanan volume kendaraan yang cukup signifikan, terutama di wilayah aglomerasi Surabaya Raya melalui jalan arteri non tol yang diperkirakan mencapai 251 ribu unit per hari.
Sementara itu, mobilitas kendaraan yang keluar-masuk wilayah Jatim melalui jalur arteri diperkirakan menyentuh angka 33 ribu unit setiap harinya. Guna mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, pihak Dishub Jatim saat ini tengah melakukan koordinasi intensif untuk menyinkronkan data lalu lintas jalan tol dengan pihak Jasa Marga.
“Kami ingin manajemen arus mudik tahun ini dapat berjalan lebih terintegrasi dan efisien. Sehingga dapat menekan angka kecelakaan,” tuntas Nyono. (bin)
Sumber:




