Posko THR Kabupaten Pasuruan Diserbu Kalangan Buruh
Posko pengaduan THR oleh Disnaker--
PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Menjelang hari raya, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan mulai pasang kuda-kuda. Posko Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru saja didirikan kini mulai diserbu pekerja yang ingin memastikan uang Lebaran mereka cair sesuai aturan.
Langkah jemput bola ini sengaja diambil Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meredam potensi konflik antara perusahaan dan karyawan.
BACA JUGA:DPR RI Tinjau Kesiapan Pembayaran THR dan Hak Pekerja di Kota Pasuruan

Mini Kidi Wipes.--
Hingga Jumat 13 Maret ĵ2026, tercatat sudah ada lima kelompok pekerja yang mendatangi posko untuk berkonsultasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pasuruan, Rakhmat Syarifudin, mengungkapkan, tren konsultasi tahun ini menunjukkan peningkatan kesadaran para buruh.
BACA JUGA:THR ASN dan PPPK Surabaya Cair Pekan Depan, Pegawai Paruh Waktu Tetap Dapat Jatah
Mereka tidak lagi pasif, melainkan aktif menanyakan detail hak yang seharusnya diterima.
"Saat ini sudah ada lima kelompok pekerja yang datang. Mayoritas menanyakan teknis perhitungan bagi karyawan kontrak dan outsourcing, serta kepastian tanggal pencairan," ujar Rachmat, saat ditemui di kantornya pada Jumat 13 Maret 2026.
Kehadiran para pekerja ini dianggap sebagai sinyal positif. Hal ini membuktikan bahwa buruh di Pasuruan semakin kritis dalam mengawal hak-hak normatif mereka agar tidak terjadi pemotongan sepihak atau keterlambatan pembayaran.
BACA JUGA:Posko THR Jatim Terima 20 Aduan, Khofifah Ingatkan Perusahaan Bayar H-7 Lebaran
Tak hanya menunggu bola di posko, Disnaker juga mulai mengabsen perusahaan-perusahaan besar di wilayah Pasuruan.
Inventarisasi dilakukan untuk memetakan perusahaan mana yang kira-kira bakal ngos-ngosan atau mengalami kendala finansial dalam membayar THR.
Meski begitu, Rakhmat memastikan kondisi industri di Pasuruan masih dalam zona hijau.
Sumber:




