selamat menunaikan ibadah ramadan 2026

Gus Ipul Resmikan Masjid KHAS Pasuruan, 1.500 KPM Terima Bantuan Paket Sembako

Gus Ipul Resmikan Masjid KHAS Pasuruan, 1.500 KPM Terima Bantuan Paket Sembako

Gus Ipul saat meresmikan masjid Khas Pasuruan.--

“Atas nama Pemerintah Kota Pasuruan kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri. Walaupun Gus Ipul bertugas di pusat, beliau tetap memikirkan Kota Pasuruan. Semoga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjalin dengan baik,” tambahnya.

BACA JUGA:Peringati Malam Nuzulul Quran, Wali Kota Pasuruan Ajak ASN Jadikan Alquran Pedoman Hidup

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, kunjungannya ke Kota Pasuruan juga menjadi momen untuk bersilaturahmi dengan para penerima bantuan sosial, termasuk lansia, anak yatim, serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

“Hari ini saya bersama Mas Adi bisa bersilaturahmi dengan keluarga penerima manfaat, bertemu dengan para lansia, yatim piatu, serta penerima PKH dan bantuan non tunai,” kata Gus Ipul.

BACA JUGA:Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo Buka Sosialisasi Penguatan HAM, Tekankan Pemenuhan Hak Dasar Warga

Ia mengajak masyarakat untuk tetap optimistis dan terus berdoa agar kondisi ekonomi keluarga semakin baik.

Selain itu, Gus Ipul juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang diperuntukkan bagi keluarga yang paling membutuhkan.

“Sekolah ini didirikan oleh Bapak Presiden untuk keluarga yang paling tidak mampu. Alhamdulillah setelah enam hingga tujuh bulan di Sekolah Rakyat, anak-anak sudah terlihat lebih sehat dan percaya diri,” ungkapnya.

BACA JUGA:Wali Kota Pasuruan Luncurkan Angkota Pasder, Dorong Optimalisasi Pariwisata Kota

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul juga meresmikan Masjid KHAS Kota Pasuruan yang dibangun bersama Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Mudah-mudahan Masjid KHAS ini bisa menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi yang menambah daya tarik Kota Pasuruan,” ujarnya.

Gus Ipul juga menegaskan pentingnya mendorong penerima bantuan sosial agar memiliki semangat mengikuti program pemberdayaan, terutama bagi masyarakat usia produktif.

“Bantuan sosial sifatnya sementara. Bagi yang masih produktif, kami ingin mereka ikut program pemberdayaan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah serta data yang akurat, dampaknya akan lebih terasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (kd/mh)

Sumber: