new idulfitri

Dapat Pasokan dari AS hingga Australia, Stok LPG Dipastikan Aman

Dapat Pasokan dari AS hingga Australia, Stok LPG Dipastikan Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia --

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri dalam kondisi aman di tengah gejolak global akibat penutupan Selat Hormuz. 

Indonesia memperoleh suplai dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat (AS) dan Australia.

BACA JUGA:B50 Berlaku 1 Juli 2026, Subsidi Bisa Hemat Hingga Rp 48 Triliun


Mini Kidi Wipes.--

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa masa sulit terkait pasokan LPG telah terlewati dan saat ini cadangan nasional berada dalam kondisi cukup aman.

“Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari,” ujar Bahlil usai menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

BACA JUGA:Era Prabowo, Petani Sejahtera Harga Gabah Stabil dan Stok Beras Nasional Melimpah


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Pada kesempatan yang sama, Bahlil menjelaskan bahwa tambahan pasokan LPG akan segera tiba dalam waktu dekat. 

Kapal pengangkut saat ini masih dalam proses komunikasi intensif agar dapat segera masuk ke Indonesia. “Sebentar lagi kapal kita masuk,” lanjutnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pasokan LPG Indonesia tidak bergantung pada jalur Selat Hormuz, sehingga tidak terdampak langsung oleh dinamika geopolitik di kawasan tersebut. Indonesia memperoleh pasokan LPG dari berbagai negara mitra. “Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain,” kata Bahlil.

BACA JUGA:Biaya Haji 2026 Turun Rp 2 Juta Meski Harga Avtur Global Naik

Selain itu, pemerintah memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga melalui diversifikasi sumber pasokan. Untuk minyak mentah, Indonesia sebelumnya memang masih memperoleh sebagian pasokan dari kawasan Timur Tengah, namun kini telah disiapkan alternatif dari sejumlah negara lain.

“Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen. Dan kita sudah mampu mendapatkan penggantinya dari beberapa negara seperti Angola, Afrika, Nigeria, Amerika dan beberapa negara lain,” Bahlil menjelaskan.

Sumber: