Flick Murka Usai Barcelona Tumbang dari Atletico, Soroti Penalti dan Kartu Merah yang Tak Diberikan
Julian Alvarez dan Antoine Griezmann merayakab gol ke gawang Barcelona.-IG:Atleticodemadrid.-
MEMORANDUM.DISWAY.ID-Pelatih FC Barcelona, Hansi Flick, meluapkan kekecewaannya setelah timnya kalah 0-2 dari Atlético Madrid pada leg pertama perempat final UEFA Champions League, yang digelar di Spotify Camp Nou, Rabu waktu setempat.
Dalam laga tersebut, Barcelona harus bermain dengan 10 pemain setelah bek muda Pau Cubarsí menerima kartu merah.
Situasi itu dimanfaatkan Atletico Madrid untuk mencetak dua gol melalui Julián Álvarez dan Alexander Sørloth, yang membuat Atletico berada di posisi menguntungkan menjelang leg kedua di Madrid pekan depan.
BACA JUGA:Manchester United Siap Cari Opsi Baru Jika Barcelona Tak Permanenkan Marcus Rashford

Mini Kidi Wipes.--
Meski demikian, Flick menilai kekalahan tersebut tidak lepas dari keputusan wasit yang dianggap merugikan Barcelona, terutama saat timnya tidak mendapatkan penalti di babak kedua.
Insiden yang memicu kemarahan Flick terjadi ketika bek Atletico, Marc Pubill, yang sudah mengantongi satu kartu kuning, terlihat menghentikan bola menggunakan tangan di dalam kotak penalti setelah kiper Juan Musso melakukan tendangan dari area gawang.
Menurut Flick, tindakan tersebut seharusnya berujung pada penalti bagi Barcelona serta kartu kuning kedua yang otomatis membuat Pubill diusir dari lapangan.
“Saya tidak mengerti situasi ketika kiper memulai permainan, lalu bek menghentikan bola dengan tangan dan kembali melanjutkan permainan. Bagi saya, itu jelas kartu merah kedua sekaligus penalti,” ujar Flick dalam konferensi pers usai pertandingan.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Ia juga mempertanyakan keputusan VAR yang tidak meninjau ulang kejadian tersebut. Flick mengaku sulit menerima keputusan yang dinilai tidak adil bagi timnya, meskipun pada akhirnya Barcelona harus tetap menerima hasil pertandingan.
“Saya tidak percaya itu bukan kartu merah. Rasanya tidak adil, tetapi kami harus menerimanya. Kami akan berjuang pada leg kedua,” tegasnya.
Sebelumnya, teknologi VAR justru digunakan untuk mengubah kartu kuning yang diberikan kepada Pau Cubarsí menjadi kartu merah setelah ia melakukan pelanggaran sebagai pemain terakhir terhadap Giuliano Simeone.
Gol pertama Atletico lahir dari situasi tendangan bebas hasil pelanggaran tersebut. Julián Álvarez mencatatkan gol kesembilan di Liga Champions musim ini, sementara Alexander Sørloth memastikan kemenangan Atletico pada menit ke-70. Hasil itu juga menjadi kemenangan pertama Atletico Madrid di Camp Nou sejak tahun 2006.
Flick mengakui bahwa lini depan Atletico memiliki kualitas tinggi sehingga sulit dihentikan. Namun, ia menilai timnya seharusnya bisa bertahan lebih baik, terutama pada gol pertama yang terjadi tidak lama setelah kartu merah diberikan.
Ia juga menyinggung bahwa keputusan VAR pada pertandingan tersebut terlihat lebih menguntungkan Atletico Madrid.
Di sisi lain, Barcelona sebenarnya memiliki sejumlah peluang baik sebelum maupun setelah kehilangan satu pemain. Penyerang Marcus Rashford, yang dimainkan menggantikan Raphinha yang cedera, mencatatkan tujuh tembakan sepanjang pertandingan. Namun, seluruh peluang tersebut berhasil digagalkan oleh kiper Atletico, Juan Musso, yang tampil impresif dengan tujuh penyelamatan.
Meski kalah dua gol tanpa balas, Flick menilai Barcelona masih memiliki peluang untuk membalikkan keadaan pada leg kedua. Ia mengaku melihat performa positif dari timnya, bahkan saat harus bermain dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
“Kami bermain cukup baik di babak pertama dan tetap berjuang di babak kedua meski kekurangan satu pemain. Hari ini kami kurang beruntung, tetapi pertandingan belum berakhir,” ujarnya.
Flick menegaskan bahwa peluang menuju semifinal memang tidak mudah, namun Barcelona masih memiliki kesempatan untuk bangkit pada laga leg kedua di Madrid.
Sumber:







