Pemkot Madiun Hadapi Gelombang Pensiun, ASN Lemah Turun Eselon
Plt Wali Kota Madiun saat memimpin rapat pengarahan dan pembinaan eselon III seluruh OPD di Gedung GCIO Kota Madiun.--
MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Gerbong birokrasi Pemkot Madiun mulai bersiap menghadapi gelombang pensiun besar-besaran. Menyikapi fenomena tersebut, Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mewanti-wanti seluruh aparatur sipil negara (ASN) mulai merapatkan barisan dan menyamakan ritme kerja.
Bagus menegaskan, regenerasi kepemimpinan di tubuh pemkot bukan sekadar pergantian kursi. Melainkan soal menjaga keberlanjutan visi pembangunan. Karena itu, dia mewanti-wanti ASN agar serius dalam bekerja.
BACA JUGA:Dewan Soroti Kinerja OPD Pemkot Madiun, Serapan Anggaran Masih Variatif

Mini Kidi Wipes.--
‘’Saya ingin teman-teman mulai eselon II, III, dan IV semua satu irama satu tujuan,’’ kata Bagus usai rapat pengarahan dan pembinaan eselon III seluruh OPD di Gedung GCIO Kota Madiun, Rabu 8 April 2026.
Bagus menekankan, pentingnya inisiatif dan kepedulian dari para ASN. Dia mengaku tidak segan mengambil langkah tegas bagi pegawai yang dinilai tidak mampu mengikuti ritme kerja atau sulit dibina.
BACA JUGA:Pemkot Madiun Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Optimistis Raih WTP
"ASN yang nggak bisa kerja bisa diturunkan eselonnya,’’ tegasnya.
Selama persiapan regenerasi ASN yang pensiun, khususnya eselon II atau jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP), Bagus menyiapkan sistem penilaian kinerja yang objektif. Tujuannya, memetakan karier ASN serta menjaring suksesor JPTP di OPD. Penilaian tidak hanya terpaku pada kualifikasi pendidikan dan kompetensi teknis melalui asesmen, tetapi juga mencakup loyalitas dan rekam jejak kinerja nyata atau inovasi.
"Hari ini saya siapkan sistem penilaian yang sesuai aturan atas. Tapi saya punya beberapa poin yang harus dijalankan teman-teman ASN. Saya lebih senang budaya ketika mereka inisiasi mereka peduli,’’ ujarnya.
BACA JUGA:HJM ke-108, Pemkot Madiun Siapkan Kompetisi Video Mapping dan Angkat Talenta Lokal

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun Haris Rahmanudin menambahkan, pemkot saat ini tengah melakukan persiapan menghadapi gelombang pensiun ASN pada 2026-2027. Termasuk regenerasi ASN yang menduduki kursi JPTP.
Ditanya soal jumlah dan kompetensi suksesor, Haris mengklaim eselon III di Pemkot Madiun cukup dan mumpuni melanjutkan JPTP yang purnatugas.
Sumber:







