Konflik Timur Tengah Memanas: Apakah Aman Berkunjung ke Dubai dan Abu Dhabi?
Penampakan Kota Dubai dari atas tower.-(sumber: freepik)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Situasi keamanan di Timur Tengah kian memanas dalam beberapa hari terakhir yang memunculkan kekhawatiran global bagi para pelancong.
BACA JUGA:Konflik Iran-Israel Memanas: Penerbangan Timur Tengah Tertunda, Umrah Ditunda
Ketegangan meningkat tajam menyusul peristiwa pembunuhan mantan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal yang menyasar berbagai titik, termasuk Uni Emirat Arab (UEA).
Kondisi ini berdampak langsung pada sektor transportasi udara. Hingga saat ini, ruang udara di sebagian besar wilayah Timur Tengah ditutup total.
BACA JUGA:Situasi Timur Tengah Memanas, Penerbangan dari Bandara Juanda Tetap Normal
Seluruh penerbangan dari dan menuju pusat transit utama seperti Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, dan Kuwait telah dibatalkan. Beberapa laporan menyebutkan adanya kerusakan pada infrastruktur bandara dan hotel mewah di UEA akibat pertukaran rudal tersebut.
Sejumlah negara, termasuk Inggris melalui kantor kementerian luar negerinya (FCDO), telah memperbarui rilis panduan perjalanan mereka.
BACA JUGA:Perang AS Iran Belum Kondusif, Ini Daftar Hotline WNI di Timur Tengah
Wisatawan sangat disarankan untuk menghindari perjalanan non-esensial ke UEA, Kuwait, Qatar, dan Bahrain. Sementara itu, larangan perjalanan total diberlakukan untuk wilayah Israel, Palestina, Iran, Suriah, dan Yaman.
Di Lebanon, serangan udara di Beirut dilaporkan telah memakan korban jiwa, sementara pesawat militer AS dikabarkan jatuh di Kuwait pada Senin pagi, 2 Maret 2026.
BACA JUGA:Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Sumber:




