TANGERANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menerima kunjungan delegasi Department of Home Affairs Australia dalam rangkaian Peer Learning Comparative Visit di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Rabu 4 Maret 2026.

Mini Kidi Wipes.--
Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kerja sama bilateral Indonesia–Australia di bidang keimigrasian untuk memperdalam pemahaman terhadap sistem pemeriksaan perlintasan internasional serta pengelolaan pengawasan keimigrasian di salah satu gerbang utama Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi DHA Australia yang dipimpin Assistant Secretary Immigration Risk Integrity & Assurance, Michael Odgers, diterima langsung Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta beserta jajaran. Delegasi meninjau mekanisme pemeriksaan kedatangan dan keberangkatan penumpang internasional, efektivitas penggunaan Autogate, manajemen antrean dan mitigasi risiko, penerapan platform All Indonesia, serta Unit Analisis Penumpang di TPI Soekarno-Hatta.
BACA JUGA:Imigrasi Siaga Antisipasi Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah
Unit tersebut berperan melakukan profiling, analisis data perlintasan, serta identifikasi potensi risiko guna mendukung pengambilan keputusan pemeriksaan secara lebih akurat dan berbasis intelijen. TPI Soekarno-Hatta dinilai strategis karena menjadi salah satu titik perlintasan tersibuk di Indonesia dengan kompleksitas lalu lintas orang yang tinggi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P Kartika Perdhana, menyambut baik kunjungan tersebut untuk memperkuat komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan.

Gempur Rokok Illegal--
"TPI Soekarno-Hatta dipilih sebagai locus comparative visit karena merepresentasikan implementasi kebijakan dan sistem pengawasan keimigrasian secara komprehensif. Melalui kunjungan ini, kami berbagi pengalaman terkait pengelolaan perlintasan internasional yang efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap mengedepankan prinsip keamanan dan pelayanan publik," ujar Galih.
BACA JUGA:Eskalasi Konflik Timur Tengah: Imigrasi Soetta Tingkatkan Kesiagaan dan Antisipasi Dampak Penerbangan
Kegiatan ini memberikan manfaat strategis bagi Imigrasi Indonesia, antara lain peningkatan profesionalisme dan tata kelola, penguatan transformasi digital, pengembangan kapasitas pemeriksaan keimigrasian, serta peningkatan kepercayaan dan kerja sama bilateral dalam mendukung stabilitas dan keamanan nasional. (mik)