Program 3M FTAB UB Hadirkan Alat Pengolah Sampah Keluarga di Kauman
para mahasiswa FTAB UB dengan karya teknologi tepat guna alat pengolahan sampah keluarga --
MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Salah satu kelompok mahasiswa program mahasiswa Membangun Mitra (3M) dari Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem Universitas Brawijaya (FTAB UB) menciptakan alat pengelola sampah keluarga, untuk difermentasi menjadi pupuk organik.
Alat tersebut, diperuntukkan bagi warga RW 08, di Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Nalang. Diharapkan, alat tersebut, bisa menjadi pendukung dan memberikan solusi penanganan sampah keluarga, sekaligus bisa memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah kelurahan.
BACA JUGA:Universitas Brawijaya Naik 64 Peringkat Dalam QS World University Rankings 2027

Mini Kidi Wipes.--
Muhamad Alfath Shafiq, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tersebut menjelaskan, ide pembuatan alat tersebut, diawali diskusi dan koordinasi dengan warga setempat. Selanjutnya, disepakati untuk pembuatan alat pengolahan sampah.
"Kalau terkait dengan sampah non organik, di RW 08 sudah ada penanganan. Untuk itu, kami koordinasi terkait alat pengolahan sampah organik dari keluarga. Seperti sampah sayur dan lainya. Salah satu fungsinya, adalah untuk kebutuhan pupuk organik untuk tanaman," jelasnya, saat ditemui di lokasi Ekspo Inovasi Program 3M FTAB UB.

Gempur Rokok Illegal--
Ia menambahkan, di lokasi Kelurahan tempat dirinya melakukan program 3M, memang ada sejumlah lokasi untuk tanaman warga. Untuk itu, diperlukan pupuk untuk perawatan tanaman dan tumbuhan lainya. Dengan alat tersebut, bisa menjadi solusi penanganan sampah keluarga.
BACA JUGA:Enam Dosen FTAB Universitas Brawijaya Jadi Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kementerian Transmigrasi
Alat tersebut didesain, dengan sejumlah komponen. Di bagian paling atas, disiapkan untuk wadah menampung sampah keluarga. Di dalamnya, dipasang bilah untuk memotong motong sampah. Bilah potong menggunakan sarana dinamo dengan listrik untuk memutar bilah pemotong.
Dengan sedikit ditambahkan air, sampah yang sudah terpotong, akan jatuh di nampan bagian bawah yang sudah berlobang lobang. Pada potong sampah yang lebih kecil, akan jauh ke bagian nampan dengan lobang lobang lebih kecil. Begitu seterusnya, hingga lembut menjadi bubur sampah.
"Untuk bubur sampah itu, yang digunakan untuk pupuk organik. Dan di lokasi RW 08, juga sudah ada budi daya tanaman. Dengan bubur sampah organik itu, menjadi kebutuhan," lanjut mahasiswa FTAB UB itu.
BACA JUGA:Bantu Program Pemerintah, Wali Kota Malang Apresiasi Program 3M Universitas Brawijaya
Selain bersama sejumlah mahasiswa di kelompoknya, pembuahan alat juga mendapatkan arahan dari dosen pembimbing, Dosen ketua, Auliya Nur Mustaqiman, S.T.P., M.Sc., Ph.D. dan Dosen anggota: Prof. Irnia Nurika, STP., MP., Ph.D.
Sumber:






