Waspada! Ini Efek Samping Tongkat Ali bagi Pria Usia 40 Tahun ke Atas
-Ilustrasi (sumber foto: freepik)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Memasuki usia 40 tahun, para pria melakukan berbagai cara untuk menjaga stamina dan kadar testosteron. Tak terkecuali mengonsumsi suplemen seperti tongkat ali (pasak bumi). Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) merupakan tanaman herbal berasal dari semak pohon yang umum dijumpai di hutan Asia Tenggara.
BACA JUGA:Minuman Herbal Jahe dan Sereh Jadi Pilihan Alami Menjaga Kesehatan
Tanaman ini Mengandung senyawa aktif seperti eurycomanone yang membantu mengurangi kelelahan, meningkatkan massa otot, dan memperbaiki performa fisik (sering digunakan oleh atlet atau binaragawan).

Mini Kidi--
Bagian yang dikonsumsi dari tumbuhan ini adalah akarnya, dimana air rebusan tersebut diminum untuk meningkatkan energi. Meskipun alami, penggunaan obat herbal ini tetap memerlukan kewaspadaan tinggi akan efek samping yang bisa timbul.
BACA JUGA:Rambut Rontok? Coba Panax Gingseng, Herbal Rahasia dari Asia yang Bikin Rambut Kuat dan Tebal
Berdasarkan tinjauan sistematis dalam jurnal MDPI Medicina (2022), Tongkat Ali terbukti efektif meningkatkan hormon testosteron.
Akan tetapi, efek samping akan timbul pada pria berusia di atas 40 tahun serta dengan kondisi kesehatan tertentu. Dilansir dari Alodokter dan Doktersehat, efek samping yang paling sering muncul adalah insomnia, kegelisahan, hingga peningkatan denyut jantung.
BACA JUGA:Rempah-rempah Kapulaga: Si Kecil Wangi dengan Segudang Khasiat, dari Jantung hingga Pencernaan
Insomnia dapat mempengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung terutama bagi kelompok usia 40 tahun ke atas. Lebih lanjut, European Food Safety Authority (EFSA) memperingatkan adanya potensi kerusakan DNA jika ekstrak air Tongkat Ali dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi (di atas 2000 mg/kg berat badan).
Tak hanya itu, tongkat ali juga dapat menurunkan gula darah yang jika dikombinasikan dengan obat diabetes, berisiko menyebabkan hipoglikemia. Sebelum mengonsumsi, pria berusia di atas 40 tahun sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Cek lebih lanjut tentang keamanan produk, apakah telah berizin BPOM.
Ingat agar selalu mengonsumsi dalam batas aman dengan dosis 200-400 mg per hari guna mendapatkan manfaat tanpa mengorbankan kesehatan jangka panjang. (Mg/Dia Vionita Herlina)
Sumber:




