Hujan Deras Guyur Papuma, Petugas Perketat Pengawasan Wisatawan di Bibir Pantai
Petugas penjaga Pantai Papuma memperketat pengawasan dan melarang pengunjung mandi di laut menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut guna menghindari risiko kecelakaan laut.--
JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Cuaca ekstrem berupa hujan deras mengguyur kawasan wisata Pantai Papuma, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Jember, Selasa sore. Meski kondisi alam kurang bersahabat, antusiasme wisatawan terpantau tetap tinggi di bawah pengawasan ketat petugas penjaga pantai.
Dani Setiawan, petugas penjaga pantai sekaligus host di Pantai Papuma, mengungkapkan bahwa hujan mulai membasahi area wisata sekitar pukul 17.00 WIB. Fenomena cuaca mendung dan hujan ini memang kerap terjadi di wilayah pesisir selatan Jember dalam beberapa pekan terakhir.
BACA JUGA:Curi Motor di Pantai Papuma, Pemuda Ajung Jember Jadi Sasaran Amuk Massa

Mini Kidi--
“Hari ini hujan mulai turun sekitar jam lima sore. Memang akhir-akhir ini cuaca sering mendung dan hujan,” ujar Dani saat ditemui di lokasi, Rabu 28 Januari 2026.
Meski intensitas hujan cukup tinggi, Dani menyebut hal tersebut tidak menyurutkan niat pelancong. Menurutnya, jumlah kunjungan lebih dipengaruhi oleh momentum akhir pekan ketimbang faktor cuaca. Banyak wisatawan yang memilih tetap melanjutkan aktivitas wisata meski harus berhujan-hujanan karena sudah terlanjur tiba di lokasi.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Bikin Nelayan Situbondo Beralih Profesi dan Gadaikan Barang Rumah Tangga
Mengantisipasi risiko kecelakaan laut akibat cuaca buruk, pihak pengelola meningkatkan intensitas patroli. Dani menjelaskan, petugas terus berkeliling menyisir bibir pantai untuk memberikan peringatan keras.
“Kami terus berkeliling untuk mengingatkan agar tidak bermain air atau mandi terlalu ke tengah, terutama saat hari mulai gelap dan hujan. Jika kondisi dinilai membahayakan, petugas akan langsung menegur dan meminta pengunjung menjauh dari air,” tegasnya.
Terkait kenyamanan, Dani berharap ada penambahan fasilitas gazebo di titik-titik strategis sebagai tempat berteduh yang layak saat cuaca buruk datang tiba-tiba. Di sisi lain, ia mensyukuri tren positif angka kunjungan sejak diberlakukannya kebijakan tiket masuk satu harga sebesar Rp12.500 per orang pada awal 2026.
BACA JUGA:Potensi Cuaca Ekstrem Meningkat, Sejumlah Wilayah Jawa Timur Masuk Status Waspada
“Alhamdulillah, sejak tiket turun, jumlah pengunjung mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pantai jadi lebih ramai dibanding sebelumnya,” pungkas Dani.(Fbr)
Sumber:
