Tekan Residu Pestisida, Unej Latih Buruh Tani Perempuan Bikin Pestisida Organik
Tim peneliti dari Universitas Jember (Unej) meluncurkan program pemberdayaan bertajuk Sekolah Tani di Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo.--
JEMBER, MEMORANDUM.CO.ID - Tim peneliti dari Universitas JEMBER (Unej) meluncurkan program pemberdayaan bertajuk Sekolah Tani di Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo. Program ini secara khusus menyasar buruh Tani perempuan sebagai upaya strategis mengatasi tingginya residu pestisida kimia yang selama ini menjadi kendala serius bagi potensi ekspor komoditas pertanian Indonesia.
Ketua Tim Peneliti, Honest Dody Molasy, mengungkapkan bahwa banyak komoditas pertanian nasional yang gagal menembus pasar ekspor karena tidak lolos uji kandungan pestisida. Menurutnya, praktik penggunaan pestisida yang berlebihan oleh petani tidak hanya merusak tanaman, tetapi juga mencemari lingkungan.
BACA JUGA:Unej Bongkar Perjokian CBEPT, 4 Pelaku Ditangkap Termasuk Mahasiswa dan Alumni

Mini Kidi--
"Sekolah Tani ini diharapkan dapat melatih para petani untuk beralih menggunakan pestisida yang lebih ramah lingkungan," ujar Honest Dody Molasy, pada hari Kamis 23 Oktober 2025.
Program yang didanai melalui hibah penelitian universitas ini berfokus pada pelatihan produksi pestisida organik untuk para petani perempuan. Tujuannya jelas, yaitu mengurangi kendala ekspor yang timbul akibat tingginya kadar residu pestisida kimia pada produk pangan. Inisiatif ini juga didukung melalui kerja sama dengan PT Biotek, sebuah perusahaan yang memiliki perhatian khusus terhadap isu kadar pestisida pada produk ekspor.
BACA JUGA:Cetak Generasi Emas 2045, Polres Jember Gandeng Unej dan Disdik Bina Pelajar
Pemilihan buruh tani perempuan sebagai sasaran utama program ini didasarkan pada peran krusial mereka dalam mengelola rumah tangga. Mereka dinilai teliti, cermat, dan berperan penting dalam menentukan porsi konsumsi pangan sehari-hari keluarga.
Rangkaian kegiatan "Sekolah Tani" di Desa Pondokrejo telah dimulai sejak pertemuan pertama dengan masyarakat pada 18 Agustus 2025, dan dilanjutkan dengan kegiatan lapangan kedua pada Rabu 22 Oktober 2025.
Dalam kegiatan terbaru tersebut, tim peneliti kembali mempraktikkan cara pembuatan pestisida organik yang efektif. Uji coba pembuatan ini menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan di sekitar, seperti serai, daun mimba, lengkuas, dan sabun cuci piring.
BACA JUGA:Dukung Transisi Energi, Bupati Jember Resmikan Wilabrata DV & Basundara E-Kart Mahasiswa UNEJ
Sejak awal diluncurkan, program ini disambut dengan antusiasme besar oleh masyarakat. Para buruh tani perempuan menunjukkan ketertarikan yang sangat tinggi, menilai inisiatif ini sebagai inovasi yang menjanjikan.
Para peserta pelatihan juga menyatakan kesiapan mereka untuk segera mengimplementasikan ilmu yang didapat.
Mereka berharap pestisida organik tersebut dapat menjadi produk yang efektif untuk tanaman mereka, bahkan berpotensi menjadi produk layak jual.
Sumber:

