new idulfitri

Perangi Gratifikasi, Dinkes Jatim Pertebal Integritas ASN Lewat Penyuluhan Antikorupsi

Perangi Gratifikasi, Dinkes Jatim Pertebal Integritas ASN Lewat Penyuluhan Antikorupsi

Kegiatan penyuluhan antikorupsi oleh Dinkes Jatim.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Dalam rangka memperkuat integritas dan akuntabilitas aparatur, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Antikorupsi bagi jajaran pegawai dan pemangku kepentingan di lingkungan Dinkes Jatim.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang kesehatan.

BACA JUGA:Kesehatan Tak Kenal Libur, Kadinkes Jatim Instruksikan ASN Siaga Total dan Jaga Objek Vital Jelang Lebaran


Mini Kidi Wipes.--

Dalam penyuluhan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencegahan tindak pidana korupsi, termasuk di dalamnya pengendalian gratifikasi, peningkatan kesadaran etika, serta penguatan komitmen untuk menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan memperdalam pemahaman terkait potensi risiko korupsi di lingkungan kerja masing-masing.

BACA JUGA:Dinkes Jatim Siapkan 217 Pos Kesehatan untuk Layani Pemudik Lebaran 2026

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, M. Yoto, SKM., M.Kes. menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.


Gempur Rokok Ilegal -----

"Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh jajaran dapat semakin memahami pentingnya menjaga integritas serta berani menolak segala bentuk gratifikasi maupun praktik yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan.(yat)

Sumber:

Berita Terkait