Kasus PMK di Ngawi Merebak, Pemprov Jatim Pastikan Situasi Terkendali

Kasus PMK di Ngawi Merebak, Pemprov Jatim Pastikan Situasi Terkendali

Potret peternakan sapi sehat di Kediri, Jawa Timur.--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan lonjakan kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada ternak di Ngawi tetap terkendali menyusul temuan 30 ekor sapi terindikasi PMK yang tersebar di 10 kecamatan dan 15 desa, Senin 26 Januari 2026.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Timur Iswahyudi mengatakan, peningkatan kasus PMK memang terjadi di awal tahun, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga secara nasional.


Mini Kidi--

“Secara nasional memang ada peningkatan di bulan Januari. Secara epidemiologi, ini dipengaruhi peralihan musim dari kemarau ke musim hujan dengan curah hujan tinggi sehingga daya tahan ternak menurun dan virus berpotensi muncul kembali,” ujarnya.

Menurutnya, tren kasus PMK di Jawa Timur justru menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Januari–Februari 2025, kasus harian bisa mencapai 200 hingga 300 ekor, sedangkan sepanjang Januari 2026 tercatat sekitar 10 hingga 15 ekor.

BACA JUGA:BAZNAS Jatim Kirim Rp6,1 Miliar Bantuan untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

Selain itu, Pemprov Jatim telah melakukan langkah antisipatif sejak akhir 2025 dengan mendistribusikan obat-obatan PMK ke daerah pada November–Desember. Saat kasus ditemukan, ternak sakit langsung diobati, sementara ternak sehat di sekitarnya segera divaksin.

Iswahyudi menambahkan, Jawa Timur saat ini telah menerima 1,510 juta dosis vaksin PMK dari Kementerian Pertanian, meski kebutuhan ideal mencapai 5 hingga 6 juta dosis.

BACA JUGA:Lawan Darurat Sampah, Dindik Jatim Galakkan Gerakan Sekolah Bebas Plastik

“Mulai minggu keempat Januari ini, vaksin PMK sudah mulai kami distribusikan ke kabupaten dan kota,” pungkasnya. (ain)

Sumber: