Dua Bandit Bermasker Curi Motor Juragan Martabak di Surabaya

Dua Bandit Bermasker Curi Motor Juragan Martabak di Surabaya

Korban Ida menunjukkan lokasi terakhir motor diparkir sebelum dicuri. -Faisal Danny-

SURABAYA, MEMORANDUM.CO.ID - Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Jalan Pakis Tirtosari, Senin 7 Juli 2025, siang. Dua pelaku, terekam kamera closed circuit television (CCTV) membawa kabur motor matic Honda Beat milik Ida (48), seorang pedagang martabak.

BACA JUGA:Aksi Keenam Berujung Jeruji Besi: Moch Ismail Divonis 5 Tahun Penjara atas Kasus Curanmor 

Ditemui di rumahnya, Ida bercerita jika aksi pencurian itu diperkirakan terjadi antara pukul 12.30 WIB hingga 14.30 WIB. Sebab, di waktu tersebut, ia memarkir motor miliknya usai pulang dari kantor Dispenduk Surabaya.


Mini Kidi-- 

"Habis pulang dari dispenduk motor tak parkir di sini. Habis itu sudah tidak keluar lagi. Nah pas kaluar motor sudah tidak ada. Parkir 12.30 WIB. Keluar lagi pukul 14.30 WIB," kata Ida, Jumat 11 Juli 2025, petang.

BACA JUGA:Residivis Curanmor Ditembak Polsek Sukolilo, Tercatat 8 Kali Beraksi di Surabaya dan Sidoarjo 

Tak hanya motor yang dibawa kabur para pencuri, Ida mengaku, jika surat kendaraan yang ada di jok hingga helm juga digondol pelaku yang berjumlah dua orang.

"Pakai motor Yamaha NMax pelaku. Mereka juga pakai masker saat beraksi," tegas Ida.

BACA JUGA:Berontak Saat Ditangkap, Dua Bandit Curanmor Dihadiahi Timah Panas 

Keterangan Ida, saat pelaku melancarkan aksinya, kondisi di sekitar cukup ramai. Namun, tak ada seorang pun yang sadar aksi tersebut.

"Di sini setiap hari memang ramai. Kalau malam itu juga kan banyak yang nongkrong di sekitar," tandas Ida.

Atas kasus tersebut, Ida sudah melaporkan ke Polsek Sawahan. Hanya saja hingga saat ini, tak satupun anggota kepolisian yang mendatangi lokasi untuk olah TKP.

BACA JUGA:Aksi Heroik Bripda Rafi, Amankan Pelaku Curanmor Usai Kawal Ambulans 

"Sudah lapor kemarin lusa (Rabu, red). Belum ada yang datang polisinya," sesal Ida.

BACA JUGA:Komplotan Curanmor Gasak Motor di Garasi Rumah, Kunci Ganda pun Tak Mempan 

Tak sekadar kehilangan motor, ia mengaku atas kejadian tersebut, ia cukup kesulitan melakukan operasional dalam bisnisnya berjualan martabak Madura. Sebab, tiap hari, ia harus memenuhi logistik di enam cabang kedai martabak miliknya.

BACA JUGA:Gigit Penadah, Sindikat Curanmor Antarkota Kompak Tidur Penjara 

"Ya jelas repot. Motornya buat sarana kulakan (belanja) bahan martabak Madura enam cabang. Motor sudah 2 tahun nyicil. Tinggal satu tahun lagi," tutup dia. (fdn)

Sumber:

Berita Terkait