iklan umroh banner
iklan ucapan polri-2
pupuk
iklan ulta memorandum

Pemkab Gresik Dorong Kolaborasi Desa Bangun Kawasan Komoditas Unggulan Ekspor

Pemkab Gresik Dorong Kolaborasi Desa Bangun Kawasan Komoditas Unggulan Ekspor

Perwakilan Pemkab Gresik dan tim pendamping desa meneken berita acara Indeks Desa serta pengembangan kawasan perdesaan berbasis komoditas unggulan.--

 

GRESIK, MEMORANDUM.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mendorong kolaborasi antardesa untuk membangun kawasan perdesaan berbasis komoditas unggulan berorientasi ekspor setelah Dana Desa (DD) sebesar Rp108,37 miliar tuntas disalurkan kepada 330 desa di 18 kecamatan.

Total Dana Desa yang disalurkan mencapai Rp108.375.764.000 dan telah masuk ke rekening kas seluruh desa. Penyaluran terakhir dilakukan untuk Desa Banjaragung, Kecamatan Balongpanggang, pada tahap II, sedangkan penyaluran tahap I telah rampung beberapa bulan sebelumnya.

Selain menuntaskan penyaluran Dana Desa, Pemkab Gresik berhasil mempertahankan status Mandiri bagi seluruh 330 desa berdasarkan survei Indeks Desa 2026. Status tersebut telah dicapai sejak 2025.


Mini kidi--

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten (Bappeda) dan didukung Tenaga Pendamping Profesional (TPP), Pemkab Gresik mendorong pembentukan kawasan perdesaan berdasarkan potensi lokal untuk menggerakkan perekonomian desa.

Kepala DPMD Gresik Abu Hasan mengatakan, pengembangan kawasan perdesaan berbasis tanaman hias telah memiliki landasan regulasi berupa peraturan bupati. Kawasan tersebut mencakup desa-desa di Kecamatan Kedamean, Wringinanom, dan Driyorejo.

“Alhamdulillah perbup-nya kini telah dirampungkan sehingga desa-desa yang merupakan penghasil tanaman hias seperti Desa Banyuurip di Kecamatan Kedamean dan desa-desa serupa di Kecamatan Wringinanom dan Kecamatan Driyorejo telah tergabung dalam Kawasan Perdesaan Tanaman Hias,” kata Abu Hasan saat syukuran dan finalisasi serta penandatanganan berita acara Indeks Desa Kabupaten Gresik di ruang kerja Kepala Bappeda Gresik, Jumat 9 Oktober 2026.

BACA JUGA:Cegah Penyelewengan Dana Desa, Kejari Gresik Gencarkan Program Jaga Desa

Ia juga menyampaikan bahwa penyaluran Dana Desa untuk seluruh 330 desa dengan total pagu Rp108.375.764.000 telah tuntas pada 6 Oktober 2026.

“Berikutnya kami sampaikan Pak Edi (Edi Hadisiswoyo/Kepala Bappeda Gresik), seluruh total pagu DD untuk 330 desa telah tuntas salur pada Selasa pekan ini. Maturnuwun kami sampaikan, ini semua berkat dukungan semua pihak, khususnya dorongan Bappeda Gresik dan TPP Gresik,” ungkapnya.

Kepala Bappeda Gresik Edi Hadisiswoyo mengapresiasi tuntasnya penyaluran Dana Desa serta keberhasilan seluruh desa mempertahankan status Mandiri.

Menurut dia, capaian tersebut patut diapresiasi di tengah penurunan fiskal desa pada 2026. Keberadaan Kawasan Perdesaan Tanaman Hias juga diharapkan menjadi pemicu bagi desa lain untuk memperkuat kerja sama berdasarkan komoditas lokal.

“Prestasi ini sangat membanggakan. Di tengah fiskal untuk desa pada 2026 yang menurun tajam, desa-desa di Gresik masih tetap bekerja optimal. Apalagi kini sudah terbentuk Kawasan Perdesaan Komoditas Tanaman Hias di tiga kecamatan. Ini mesti jadi pemicu dan pendorong desa-desa lainnya melakukan penguatan kerja sama antardesa guna mendorong pergerakan ekonomi desa berbasis komoditas lokal yang sama,” kata Edi.

Ia menambahkan, desa dengan kondisi fiskal yang semakin terbatas perlu lebih progresif dan inovatif dalam mengelola potensi serta keuangan desa agar kegiatan ekonomi tetap berjalan dan memberi dampak bagi masyarakat.

Sumber: