iklan HUT R!

Festival Menjadi Gresik Sajikan Sejarah dan Budaya Kuliner di Kampung Kemasan

Festival Menjadi Gresik Sajikan Sejarah dan Budaya Kuliner di Kampung Kemasan

Bupati Fandi Akhmad Yani menghadiri malam pembukaan Festival Menjadi Gresik di Kampung Kemasan, Kecamatan Gresik.--

“Melalui festival ini kami ingin mengajak mencintai Gresik melalui caranya masing-masing, melalui bidang keilmuannya masing-masing, melalui apa yang dirasakan masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang hadir pada pembukaan festival menyebut perjalanan Gresik sebagai kota pelabuhan telah membentuk masyarakat dengan keragaman budaya, etnis, kuliner, dan tradisi.

BACA JUGA:Berkontribusi Lindungi Anak PMI, Bupati Gresik Terima Penghargaan Kepala Daerah Inspiratif

Dirinya mengapresiasi inisiatif Yayasan Gang Sebelah dalam menghadirkan sejarah Gresik melalui pendekatan kuliner yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Hal itu dinilai dapat mendorong pelestarian kuliner Gresik agar tetap dikenal dan dinikmati.

Menurutnya, bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung bukan sekadar makanan khas, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena masih menjadi sumber penghidupan masyarakat.


Gempur Rokok Illegal--

“Makanan-makanan ini usianya mungkin berpuluh tahun, bisa lebih tua daripada saya. Tetapi masih memberikan dampak dan manfaat. Masih banyak masyarakat Gresik yang hidup dari sini,” ujar Yani.

“Kita semua terus melestarikan apa yang menjadi warisan budaya yang sampai hari ini bisa kita lihat, bisa kita rasakan, punya dampak, punya manfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (rez)

Sumber: