Harga Elpiji Non Subsidi Naik, Pengusaha Hotel Gresik Terapkan Efisiensi untuk Tekan Biaya Operasional
Suasana dapur di Hotel Santika Gresik. --
GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kenaikan harga elpiji non subsidi yang ditetapkan pemerintah pada pertengahan April lalu membuat pengusaha hotel harus memutar otak. Tidak terkecuali bagi hotel-hotel yang ada di Kota Pudak.
Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Hotel Santika yang berada di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas, Gresik. Perusahaan harus menyiasati agar biaya operasional di bidang kuliner hotel tidak membengkak.
BACA JUGA:Pastikan Harga Stabil dan Cegah Penimbunan, Polsek Pasirian Pantau Distribusi Elpiji 3 Kg

Mini Kidi Wipes.--
Public Relations Hotel Santika Gresik, Ayu Ratih Pertiwi, mengungkapkan bahwa manajemen melakukan efisiensi dalam menghadapi kenaikan harga elpiji non subsidi. Itu diterapkan dengan memaksimalkan teknik memasak menggunakan api secukupnya.
“Karena api besar membuat boros. Juga menerapkan efisiensi, seperti penggunaan panci presto, rice cooker, air panas kita menggunakan alat listrik jika penggunaan tidak terlalu besar," kata Ratih, Minggu 26 April 2026.
BACA JUGA:Pertamina Pasok Elpiji ke Pulau Sumbawa Lewat Kapal Gas Camellia

Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Menurutnya, penggunaan alat memasak elektrik cukup membantu menekan biaya operasional di dapur hotel. Meski begitu, dampak kenaikan harga elpiji terap dirasakan pihak hotel.
Selain kenaikan harga elpiji non subsidi, perusahaan hotel juga disebut telah mengalami dampak dari kenaikan sejumlah bahan baku. Seperti susu, minyak goreng, hingga kemasan plastik.
“Tapi saga kira tidak hanya dirasakan pelaku usaha hotel, dampak kenaikan harga ini juga berlaku bagi pelaku UMKM. Akibatnya akan mengalami perubahan seperti sisi operasional, dan harga penjualan yang lebih meningkat dari biasanya," tandasnya. (rez)
Sumber:








