Di Simpang Jalan Gubernur Suryo
Fatkhul Aziz--
Seniman sebagai Penggerak: Komunitas kreatif juga perlu membuka diri terhadap cara-cara baru dalam mengelola ruang publik agar tetap relevan dengan standar pelayanan masa kini.
Pada akhirnya, Balai Pemuda adalah milik publik. Di sana, seharusnya birokrasi dan seni bisa duduk bersama, minum kopi, dan menyadari bahwa keduanya sedang membangun hal yang sama: sebuah identitas Surabaya yang tangguh. Karena di kota ini, pahlawan bukan hanya mereka yang memegang senjata di masa lalu, tapi juga mereka yang merawat kewarasan dan keindahan di masa kini.
Sumber:







