Gentengisasi
Fatkhul Aziz--
Skala Prioritas: Di tengah isu pengangguran dan daya beli yang lesu, apakah estetika atap adalah urgensi? Ada kesan bahwa kita sedang sibuk mengganti cat rumah sementara kabel di dalamnya sedang korsleting. Kita mengejar penampilan "naik kelas", namun mungkin dengan cara berutang pada prioritas yang lebih mendasar.
BACA JUGA:Pesta Pasti Berakhir
Pada akhirnya, sebuah bangsa tidak menjadi "asri" hanya karena atapnya seragam. Keindahan yang dipaksakan dari atas sering kali melupakan bahwa di bawah atap-atap itu—entah seng yang berkarat atau genteng yang baru—ada manusia-manusia dengan persoalan perut dan harapan yang lebih mendesak daripada sekadar palet warna.
Seng mungkin lambang karat, tapi ia juga lambang daya tahan rakyat yang bertahan hidup dengan apa adanya. Jangan sampai, dalam upaya menghapus "karat" di atap, kita justru menambah beban di pundak mereka yang tinggal di bawahnya.
Sumber:
