Tindak Tegas Curanmor: Perlu, Tapi Jangan Berhenti di Represif
--
Selama motor hasil curian masih mudah dijual atau dipreteli tanpa pengawasan ketat, maka curanmor akan terus berulang.
Di sinilah penegakan hukum perlu melampaui pendekatan konvensional.
Pemerintah kota dan kepolisian seharusnya memperkuat strategi pencegahan.
Sistem keamanan lingkungan berbasis warga, penerangan jalan yang memadai, hingga pemanfaatan teknologi seperti CCTV yang terintegrasi harus menjadi prioritas.
BACA JUGA:Rakyat Jangan Lupa Menagih
Selain itu, pengawasan terhadap bengkel ilegal dan perdagangan suku cadang hasil curian perlu dilakukan secara serius dan konsisten.
Di sisi lain, pendekatan sosial juga tidak boleh diabaikan, program pembinaan bagi pelaku kejahatan ringan, pelatihan kerja bagi kelompok rentan, serta pendidikan hukum di tingkat komunitas dapat menjadi investasi jangka panjang untuk menekan angka kejahatan.
Kota sebesar Surabaya tidak cukup hanya mengandalkan borgol dan jeruji besi sebagai solusi.
BACA JUGA:Jangan Menunggu Bencana Baru Bergerak
Ketegasan aparat adalah fondasi penting, tetapi tanpa strategi pencegahan dan kebijakan sosial yang menyentuh akar masalah, curanmor hanya akan menjadi siklus yang berulang.
Warga membutuhkan rasa aman yang berkelanjutan, bukan sekadar kabar penindakan sesaat.
Surabaya layak mendapatkan pendekatan keamanan yang tegas, cerdas, dan manusiawi sekaligus.
Sumber:
