Kembali ke Bumi

Kembali ke Bumi

Fatkhul Aziz--

BACA JUGA:Nataru Penuh Haru

Isra Mikraj tahun ini seharusnya bukan sekadar seremoni tentang perjalanan semalam. Ia adalah cermin bahwa spiritualitas yang sejati selalu punya dampak sosial. Jika salat—oleh-oleh dari Mikraj itu—hanya menjadi gerakan tanpa makna yang mencegah keji dan mungkar, maka kita sebenarnya belum benar-benar "berangkat".

Kita butuh lebih banyak manusia yang berani "turun" ke bumi. Menanggalkan jubah kesombongan, membasuh luka sosial, dan mendengarkan suara-suara yang selama ini tenggelam dalam kebisingan algoritma.

Sebab, di akhir perjalanan, Tuhan tidak bertanya seberapa cepat kita sampai ke langit, melainkan apa yang kita bawa untuk mereka yang masih tertatih di bumi yang fana ini.

Sumber:

Berita Terkait