Tawuran Antargangster Jatisrono-Sidotopo, Pelajar SMA Tewas

Kamis 25-04-2024,20:24 WIB
Reporter : Oskar Rio
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM - Tawuran dua gangster di Jalan Tenggumung, Surabaya, menewaskan MZG (18), pelajar SMA kelas dua asal Wonosari, Surabaya, Kamis, 25 April 2024 dini hari.

 BACA JUGA:Enam Remaja Diamankan Hendak Tawuran

Korban tewas usai dikeroyok dan dibacok gerombolan gangster. Akibatnya, korban mengalami luka bacok di wajah dan punggung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Karang Tembok.

"Luka di punggung tembus paru-paru yang menyebabkan korban meninggal dunia," kata Siti Fatimah, bibi MZG.

BACA JUGA:Hendak Tawuran, Tujuh Pemuda Diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak

Bukan hanya itu, motor Yamaha Mio Soul dan HP merek Oppo milik korban juga raib di lokasi kejadian.

"Motor dan HP korban hilang, tapi kunci kontak masih ada," ungkap Siti.

BACA JUGA:Persebaya Tumbang di Kandang, Bonek Tetap Kondusif 

Menurut keterangan Siti, kali pertama yang menemukan korban duduk di warkop giras atau di depan Toko Emas Mahkota Jalan Wonokusumo oleh Farel, teman kakak korban.  

Saat itu, Farel bersama temannya hendak pulang usai dari Bulaksari. Sampai di pertigaan Jalan Wonokusumo dihadang warga dan disuruh mengantar korban yang terluka ke RS Karang Tembok.

BACA JUGA:Hasil Survei Kesehatan Indonesia: Angka Stunting Lamongan Turun Drastis 

"Korban masih hidup dan bisa diajak bicara saat itu," jelas Siti.

Setelah menjalani perawatan sekitar pukul 00.30 WIB, keluarga dikabari rumah sakit korban meninggal dunia. "Saya tidak tahu kalau korban ikut tawuran dan tidak mungkin," tutur Siti.

Untuk memastikan apakah korban ikut tawuran atau tidak, Siti sempat menyuruh teman-teman kakak MZG. Akhirnya diketahui bila memang sebelumnya ada tawuran di Jalan Wonokusumo.

BACA JUGA:Hendak Tawuran di Kalimas, Anggota Geng Daborebo dan Geng PWL Diringkus

"Informasinya yang tawuran anak Jatisrono dan Sidotopo Kidul. Yang membacok informasi dari teman kakaknya dari grup WhatsApp anak Sidotopo," beber Siti.

Saat ini Siti belum mengetahui apakah korban ikut tawuran atau tidak. Karena terakhir pamit ke ibunya ke warung giras dan sempat minta uang.

Sementara itu, Khotijah, ibu MZG, mengungkapkan saat itu dirinya berada di rumah. Tiba-tiba ada tetangganya yang mengetuk pintu rumah.

BACA JUGA:Gelar FGD untuk Cegah Tawuran Pelajar 

"Tetangga mengabari kalau anaknya dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan," jelas Khotijah.

Khotijah lalu menuju ke rumah sakit dan di sana sudah banyak warga dan pihak kepolisian dari Polsek Semampir dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, ternyata dikabari anaknya sudah meninggal.

"Awalnya tidak ada yang ngomong kalau anaknya meninggal diduga karena tawuran. Tapi setelah saya lihat lukanya baru mengetahui," ujar Khotijah.

Khotijah mengaku, sebelum tewas anaknya ini usai menjemput ibunya di daerah Wonosari pada Rabu, 24 April 2024 sekitar pukul 20.30 WIB.

Sampai rumah sempat makan. Kemudian pukul 22.00 WIB, pamit ke dirinya hendak ke warung giras.

"Anak saya sempat minta uang Rp 5.000 kepada saya," beber Khotijah.

Hingga MZG akhirnya ditemukan dalam keadaan terluka oleh warga dan akhirnya tewas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Informasi yang digali memorandum.disway.id, memang terjadi tawuran dua kelompok remaja di depan bengkel di Jalan Wonokusumo. Jumlahnya ratusan dan membawa senjata tajam dengan berjalan kaki.

Tawuran itu, mengakibatkan seorang terluka dan digendong temannya lalu didudukkan di depan warung giras. Selanjutnya, temannya pergi. Setelah ada korban yg terluka kemudian anak-anak tawuran langsung pergi, selanjutnya korban ditolong warga dibawa ke rumah sakit.

Hingga kini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti.

"Saat ini ditangani oleh Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan bukti," kata Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu M Prasetyo. (*)

Kategori :