Perjanjian Pranikah: Memahami Poin-poin Penting untuk Kesepakatan Bersama

Senin 04-03-2024,22:02 WIB
Reporter : Ferry Ardi Setiawan
Editor : Ferry Ardi Setiawan

MEMORANDUM - Perjanjian pranikah, meskipun sering disalahpahami, merupakan langkah bijak untuk membangun pernikahan yang kokoh dengan landasan komunikasi dan kesepakatan yang jelas.

BACA JUGA:10 Lagu yang Cocok untuk Momen Pernikahan

7 Contoh Poin-poin dalam Perjanjian Pranikah:

1. Harta Bawaan: Menegaskan status kepemilikan harta yang dimiliki sebelum pernikahan.

2. Harta Bersama: Menentukan aturan mengenai harta yang diperoleh selama pernikahan.

3. Hutang: Menjelaskan tanggung jawab atas hutang pribadi sebelum dan selama pernikahan.

4. Hak dan Kewajiban: Menetapkan hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam pernikahan.

5. Ketentuan tentang Anak: Menetapkan hak asuh, nafkah, dan pendidikan anak jika terjadi perceraian.

6. Warisan: Mengatur pembagian warisan jika terjadi kematian salah satu pihak.

7. Perceraian: Menentukan konsekuensi finansial dan hak-hak masing-masing pihak jika terjadi perceraian.

BACA JUGA:Picu Beragam Masalah, Pernikahan Dini Harus Dicegah

Perlu diingat bahwa poin-poin di atas hanyalah contoh dan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap pasangan. 

Konsultasi dengan konselor pernikahan, mediator, atau notaris sangat penting untuk:

BACA JUGA:Resmi Menikah, Intip 7 Potret Pernikahan Denny Caknan dan Bella Bonita

1. Memastikan perjanjian dibuat dengan adil dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kategori :