Surabaya, Memorandum.co.id - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jawa Timur berada di urutan ke-15 di Indonesia. Dibandingkan beberapa provinsi di Jawa, IPM Jawa Timur menjadi yang terendah. Karena itu Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim melakukan peningkatan kompetensi siswa SMK dan SMA Double Track (DT) di Jatim. “Dari tiga indikator IPM yakni kesehatan, pengeluaran, dan pendidikan. Justru parameter pendidikan yang paling rendah yang kita kejar. Ini agar lulusan sekolah menengah atas bisa langsung terserap industri dan tidak menambah jumlah pengangguran di Jawa Timur,” kata Kepala Disdik Jatim Wahid Wahyudi usai pisah sambut dengan Kacab Dinas Pendidikan se-Jawa Timur di kantor Dindik Jatim, Kamis (2/1). Wahid mengatakan, sebelumnya kurikulum pendidikan SMK dan SMA yang diajarkan di sekolah masih belum sejalan dengan dunia usaha. “Ini menjadi pokok persoalan penting yang harus dipecahkan bersama. Sehingga tak mengherankan kalau dari tahun ke tahun lulusan SMK dan SMA itu banyak yang menjadi pengangguran,” jelas dia. [penci_related_posts dis_pview="no" dis_pdate="no" title="baca juga" background="" border="" thumbright="no" number="4" style="list" align="left" withids="" displayby="tag" orderby="rand"] Karena itu, Wahid yang baru menjabat Kadisdik Jatim per hari ini akan membangun dan memperkuat kompetensi-kompetensi SMK dan SMA yang disesuaikan dengan industri yang ada di daerah setempat. Wahid menyontohkan di Kabupaten Lamongan. Daerah itu dikenal sebagai kawasan laut yang banyak potensi perikanan dan maritim. Karenanya di daerah itu harus dibangun SMK Maritim dan juga SMA yang berkaitan dengan kemaritiman. “Ada tiga perusahaan galangan kapal, ini potensi besar jika dibangun SMK yang bisa ngelas kapal di bawah laut tentu luar biasa. Pasti perusahaan tersebut membutuhkan tenaga kerja di sana,” ungkap dia. Selain itu, Kabupaten Tuban yang dalam waktu dekat akan dibangun kilang minyak terbesar di Indonesia. Menurutnya, jelas di daerah itu akan membutuhkan tenaga-tenaga terampil di bidang perminyakan dan kilang. “Jika di setiap daerah tenaga kerjanya memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Jadi tidak perlu mencari di luar daerah. Ke depan kita bangun sekolah di berbagai daerah yang disesuaikan dengan potensi dan industri tersebut,” tandas dia. Wahid mengaku, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan dunia industri di satu daerah tentang kompetensi yang dibutuhkan. “Kita harus menyesuaikan pendidikan itu dengan kebutuhan industri, itu penting dan wajib hukumnya,” pungkas dia. (why/rif/gus)
IPM Jawa Timur Terendah Se-Jawa
Jumat 03-01-2020,09:26 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,04:08 WIB
Dosen Unair Soroti Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden, Ingatkan Ancaman Privasi Rakyat
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,01:05 WIB
Terekam CCTV, Remaja Surabaya Bobol Rumah Teman di Sukodono, Curi Emas dan Laptop Rp 100 Juta
Kamis 05-11-2026,07:06 WIB
Roadshow di Malang, Film Piye To Kih Bawa Pesan Berani Kejar Mimpi
Kamis 05-11-2026,05:09 WIB
Urus SKCK Kini Bisa lewat Super Apps Polri, Polda Jatim Tegaskan Tarif Rp 30 Ribu
Terkini
Jumat 06-11-2026,00:53 WIB
Pemkot dan PD Pasar Surya Gelar Sosialisasi RPU Pasar Babaan, Pedagang Unggas Sampaikan Keluhan
Jumat 06-11-2026,00:00 WIB
Pengelola Pasar Buah Tanjungsari Surabaya Mengaku Diintimidasi saat Diminta Teken Surat Pernyataan
Kamis 05-11-2026,23:34 WIB
Musim Hujan Molor, Lamongan Siaga Satu Bencana Hidrometeorologi
Kamis 05-11-2026,23:01 WIB
Hari Bhakti Ke-2 Kemenimipas, Imigrasi Blitar Wujudkan Pengabdian melalui Aksi Sosial
Kamis 05-11-2026,22:51 WIB