Lamongan, memorandum.co.id - Pemerintah tengah gencar-gencarnya fokus dalam penanganan masalah stunting, hal ini sesuai instruksi Presiden Joko Widodo terkait target turunnya angka stunting Indonesia sebesar 14 persen di tahun 2024. Lamongan dengan angka stunting yang masih cukup besar yakni 27 persen dari target tahun 2024 juga terus mengupayakan percepatan penurunan angka stunting melalui berbagai program, salah satunya program TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Lamongan yakni Orang Tua Asuh dan Program 1-10-100. Diungkapkan Pak Yes saat menyerahkan secara simbolis bantuan sebagai Bapak Asuh dari 11 anak stunting di Desa Bandungsari Kecamatan Sukodadi pada Sabtu (12/8), seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terus mengupayakan terkait penanganan stunting, terlebih TP PKK Lamongan yang rutin blusukan ke desa-desa di Lamongan untuk memastikan kondisi permasalahan tiap desa. "Jumlah balita stunting Lamongan berdasarkan data Dinas Kesehatan saat ini masih 2.929 anak, masih banyak. Seluruh dinas, seluruh OPD terus berupaya, ikut mikir, terlebih TP PKK ini luar biasa, turun sampai ke desa-desa, sehingga tahu persis apa yang terjadi di desa-desa. PKK bekerjasama dengan banyak pihak memiliki program namanya 1-10-100. Program ini diberikan dari orang tua asuh dalam bentuk 1 paket diisi untuk 10 balita stunting untuk 100 hari, paketnya itu 5 juta 1 paket," terang Pak Yes. Pak Yes juga mengajak seluruh masyarakat untuk menyebarkan informasi terkait program ini juga program Orangtua Asuh, agar lebih banyak orang yang turut bergabung. "Disebarkan ke orang banyak, supaya yang jadi orang tua asuh itu semakin banyak, kita targetkan ditahun ini bisa ada 200 paket untuk anak balita, salah satunya dimulai di Bandungsari," tambahnya. Ketua TP PKK Lamongan Anis Kartika Yes, mengatakan bahwa Desa Bandungsari sempat menjadi lokus stunting (lokasi khusus penanganan stunting) yang saat ini memiliki jumlah balita stunting 11 balita. Kesebelas balita ini kemudian dipilih sebagai Anak Asuh Bupati Yes yang nantinya secara sistem akan diberikan asupan makan siang selama 3 bulan berturut (100 hari). "Jadi nanti sistemnya anak-anak njenengan akan diberikan makanan 1 hari 1 kali makan siang, sesuai menu yang dibuatkan ahli gizi puskesmas dengan budget 5 ribu per anak dalam sehari, diawasi TPK (Tim Pendamping Keluarga) untuk memastikan apakah makanan itu sudah diterima dan balita mau atau tidak. Saya minta setiap 2 minggu sekali ada pengukuran, baik berat badan, panjang badan, dan kesehatan secara umumnya, secara berkala dilaporkan dan kemudian kita evaluasi," kata Bu Anis Yes. Dilaporkan Kepala Desa Bandungsari Hartono, bahwa desanya pada tahun 2023 memang menjadi desa lokus stunting, dengan awal jumlah balita stunting 17 anak, namun pada penimbangan terakhir sudah berkurang menjadi 11anak. Ia berharap pada akhir tahun 2023 nanti stunting di Bandungsari bisa hilang dan menjadi desa bebas stunting.(*)
Program 1-10-100, Bantu Tuntaskan Permasalahan Stunting Lamongan
Senin 14-08-2023,14:54 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 29-10-2026,17:23 WIB
Rekening Wanita di Surabaya Tampung Dana Kejahatan Rp587,5 Juta
Kamis 29-10-2026,20:06 WIB
Lima Pimpinan dan Anggota DPRD Jember Diperiksa Kejari dalam Kasus Dugaan Korupsi Sosperda
Jumat 30-10-2026,00:18 WIB
Pedagang Buah Tanjungsari Serbu Tenda Satpol PP, Desak Penghentian Upaya Intimidasi
Kamis 29-10-2026,12:00 WIB
FIFA dan PSSI Kunjungi Persebaya Future Lab, Bahas Masa Depan Pembinaan
Kamis 29-10-2026,11:29 WIB
Ekonom Unesa Bongkar PR Fiskal Jatim: Cukai, Ekspor, hingga Kualitas Belanja
Terkini
Jumat 30-10-2026,06:32 WIB
Kilas Balik Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Modus Pelaku Dinilai Mirip Jalan Cerita Film 'Vadh'
Jumat 30-10-2026,06:10 WIB
Istri di Mana-mana, Anak Terlupakan (5): Menggugat Sisa Harga Diri di Meja Netral
Jumat 30-10-2026,04:50 WIB
Pedagang Pasar Buah Tanjungsari Menjerit, Tuntut Perda Jam Operasional Direvisi
Jumat 30-10-2026,02:00 WIB
Polusi Suara di Perkotaan dan Dampaknya terhadap Kualitas Hidup Masyarakat
Jumat 30-10-2026,01:00 WIB