Tulungagung, Memorandum.co.id - Bertempat di Terminal Gayatri, Rabu (18/12) pagi, puluhan anggota Satlantas Polres Tulungagung, Dinas Perhubungan, dan anggota BNN menggelar razia kendaraan dan pengemudi menjelang perayaan Natal dan tahun baru (nataru). Tidak hanya kelayakan kendaraan penumpang bus dan travel yang diperiksa, petugas gabungan juga memeriksa pengemudinya. Mereka diminta memeriksakan kondisi kesehatan dan mengikuti tes urine sebelum mengemudikan armadanya. Kasatlantas Polres Tulungagung AKP Aristianto Budi Sutrisno mengatakan, pemeriksaan seperti ini sebenarnya secara rutin sudah dilakukan oleh dinas perhubungan. Namun menjelang perayaan Nataru seperti saat ini, intensitasnya semakin ditingkatkan. Hasilnya dari puluhan bus yang diperiksa, satu bus Tirto Agung jurusan Trenggalek–Blitar dipaksa pulang dan memindahkan penumpangnya, karena ban belakang sebelah kanannya retak parah dan bisa membahayakan penumpang. Bus itu diperbolehkan kembali beroperasi setelah mengganti bannya. “Satu tadi yang kita pulangkan karena kondisi bannya memang sudah tidak layak jalan, membahayakan penumpang dan pengendara lainnya,” terang Aris. Sementara Kabid Kelayakan Jalan Dinas Perhubungan Pemkab Tulungagung Wijanarko mengatakan, tidak hanya kelayakan armada bus, pihaknya juga telah menyisir pemilik kendaraan travel di Tulungagung. Setidaknya 19 travel sudah didatangi dan diperiksa kondisi kesiapan kendaraan dan pengemudinya. Sejauh ini, para pengusaha travel sudah menyiapkan dan memperbaiki armadanya, agar bisa digunakan melayani penumpang saat perayaan Natal dan tahun baru. “Ada 19 travel yang sudah kita data dan kita datangi. Kita sisir mulai dari Kecamatan Bandung sampai Kecamatan Tulungagung,” jelasnya. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan yang disebabkan karena kondisi kendaraan tidak layak, serta pengemudi kurang sehat. Kepala BNN Tulungagung AKBP Sudirman yang turut razia menyebut, dari 30 sopir bus dan travel, urine mereka tidak ada yang mengandung bahan berbahaya atau zat adiktif lainnya. Hanya saja ditemukan satu sopir bus yang tekanan darahnya terlalu tinggi. Untuk temuan itu, tim kesehatan memberikan obat dan meminta sopir beristirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan. “Hasilnya negatif. Tapi tadi ada yang tekanan darah tinggi dan sudah diminta untuk istirahat sebentar agar bisa melanjutkan perjalanan,” tuturnya. (fir/mad/rif)
40 Bus Diperiksa, 1 Diminta Balik Garasi
Kamis 19-12-2019,07:29 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 22-07-2026,14:36 WIB
Sidang Ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (8): Para Saksi Kompak Bantah Maidi Pernah Minta Fee atau Uang Proyek
Rabu 22-07-2026,22:18 WIB
Sidang ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (9): JPU KPK Soroti Selisih Dana CSR TPA Winongo
Rabu 22-07-2026,20:16 WIB
Lima 'Pasti' Tips dari Kemenhaj Surabaya agar Jemaah Terhindar Travel Haji dan Umrah Abal-Abal
Rabu 22-07-2026,13:59 WIB
Sidang Ke-5 Kasus Maidi Madiun Cs (7): Material Paving TPA Winongo Sudah Terpasang Tapi Belum Lunas
Rabu 22-07-2026,21:09 WIB
Bakkah Travel Tawarkan Diskon hingga DP Nol Rupiah di Umrah Haji Expo 2026
Terkini
Kamis 23-07-2026,13:33 WIB
Simpanan Anggota KPRI Sejahtera Tak Bisa Dicairkan, DPRD Jombang Desak APH Usut Tuntas
Kamis 23-07-2026,13:02 WIB
Ulama Bojonegoro Dilibatkan Sebarkan Edukasi JKN hingga Tingkat Desa
Kamis 23-07-2026,12:06 WIB
Dream Tour Tawarkan Fasilitas Kereta Cepat dan Promo Diskon Umrah hingga Rp2 Juta
Kamis 23-07-2026,12:02 WIB
Ramaikan Pameran Haji Umrah Expo 2026, Peserta Live Dance Unjuk Penampilan di Hadapan Juri
Kamis 23-07-2026,11:41 WIB