Mojokerto, memorandum.co.id - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri peringatan HUT ke 1063 YM.Makco Thian Shang Sheng Mu dan HUT ke-200 Kelenteng Hok Siang Kiong Kota Mojokerto, Sabtu (13/5) malam. Wali kota yang akrab disapa Ning Ita hadir didampingi suami Supriyadi Karima Syaiful tiba di halaman Kelenteng Hok Sian Kiong pada pukul 19.00 dan disambut Ketua Yayasan TITD Hok Sian Kiong. Tiba di halaman kelenteng , wali kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut langsung menyaksikan satu persatu pertunjukan tradisi perayaan di Kelenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto. Di sela-sela kegiatannya, Ning Ita menyampaikan, bahwa dengan adanya kegiatan di Kelenteng Hok Sian Kiong selain menumbuhkan persatuan antara budaya Tionghoa dengan budaya lokal Jawa yang ada di Mojokerto juga sebagai wujud nyata bahwa selama 200 tahun itu warga Kota Mojokerto yang bisa hidup rukun meskipun ada perbedaan. Ning Ita juga mengajak seluruh warga untuk terus menguatkan persatuan dan kesatuan sehingga dapat membawa kemajuan bagi Kota Mojokerto dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wali kota juga menyampaikan bahwa dimasa 800 tahun yang lalu Mojokerto adalah pusat Kerajaan Mojopahit. Leluhur telah mempersatukan dari berbagai kerajaan untuk bersatu sebagai Nusantara Indonesia. "Leluhur kita orang hebat, agama, suku, ras dan budaya yang berbeda-beda, namun tetap bisa hidup berdampingan. Maka sebab itu kita juga harus mampu mewujudkan Kota Mojokerto yang berbeda-tetapi tetap satu dengan mewujudkan bhinneka tunggal Ika tunggal Ika,” harap Ning Ita. Masih kata Ning Ita, Mojokerto adalah kota teritorial yang kecil, namun Mojokerto harapannya sebagai barometer, masyarakat yang tinggal di Kota Mojokerto merasakan dengan penuh dengan kedamaian. Pada kesempatan ini, Ning Ita juga berharap Kelenteng Hok Sian Kiong dapat menjadi destinasi wisata sejarah di Kota Mojokerto yang layak untuk diunggulkan dan disebarkan ke seluruh daerah dan bahkan ke mancanegara. Ketua yayasan TITD Hok Sian Kiong, Fendi Harianto mengatakan, dalam peringatan HUT YM. Makco Thian Shang Sheng Mu ke 1063 dan HUT Kelenteng Hok Siang Kiong ke -200 diadakan kegiatan pagelaran wayang, baksos kepada ratusan anak yatim, doa bersama. Serta kirab ritual dan budaya keliling Kota Mojokerto yang diikuti oleh perwakilan kelenteng dari berbagai daerah. Namun di tahun ini diikuti sebanyak 50 kelenteng turut berpartisipasi dalam perayaan berdirinya kelenteng Hok Sian Kiong yang ke-200 tahun. ’’Sepanjang yang kami tahu, mungkin tahun ini baru pertama kalinya diikuti banyak peserta dari berbagai daerah,’’ terangnya. Sementara pengurus yayasan TITD Hok Sian Kiong, Soegianto menambahkan, dengan kegiatan ini diharapkan, semua kebudayaan bisa lestari dan memberikan nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Dan Kota Mojokerto bisa menjadi pionir keberagaman itu,’’ imbuh Soegianto Tak hanya memberikan hiburan, tingginya animo peserta kirab ritual dan budaya juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat di Kota Mojokerto. Selain mampu menumbuhkan geliat UMKM, sejumlah sektor usaha juga turut mengalami peningkatan omzet, seperti hotel, resto, pusat oleh-oleh yang banyak dijubeli pengunjung.(war)
Wali Kota Ning Ita Hadiri HUT Ke-200 Kelenteng Hok Sian Kiong
Minggu 14-05-2023,10:04 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 10-03-2026,16:03 WIB
Bocoran Kode Redeem Free Fire Maret 2026, Klaim Skin Senjata hingga Token Gratis Spesial Ramadan
Selasa 10-03-2026,21:42 WIB
Konflik Iran-AS Memanas, Pakar Unair Sebut Isu Nuklir Jadi Pemicu Utama
Selasa 10-03-2026,16:12 WIB
Aplikasi Pemantau Hilal Terbaik 2026 Berbasis AI yang Akurat untuk Menentukan Hari Raya Idulfitri 1447 H
Selasa 10-03-2026,09:53 WIB
Bocah 13 Tahun Tenggelam di Bekas Galian C Pasuruan
Selasa 10-03-2026,12:49 WIB
Kepergian Vidi Aldiano Usai 7 Tahun Lawan Kanker Ginjal, Kenali Penyebab dan Risiko Penyakit Ini
Terkini
Rabu 11-03-2026,09:29 WIB
Pengedar Ekstasi Jaringan Lapas Dihukum 9 Tahun 6 Bulan Penjara
Rabu 11-03-2026,09:19 WIB
Embat Uang Penjualan Sepeda Rp135 Juta, Kepala Toko Divonis 1 Tahun
Rabu 11-03-2026,09:00 WIB
Ketika Penyakit Mengubah Segalanya: Hari Ketika Hidup Berhenti Sejenak (1)
Rabu 11-03-2026,08:49 WIB