Sosialisasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme. Malang, memorandum.co.id - Wali Kota Malang H Sutiaji menyampaikan perlunya mewaspadai penyebaran paham radikalisme di Kota Malang, terutama menjelang perayaan Idulfitri 1444 H. Penguatan literasi kepada masyarakat serta penguatan sinergi berbagai elemen menjadi strategi untuk mencegah penyebaran radikalisme di Kota Malang. Itu disampaikan saat membuka membuka Sosialisasi Pencegahan Radikalisme dalam Menjaga Stabilitas Keamanan dan Kewaspadaan Nasional di Kota Malang, di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Selasa (18/4/udi). Wali Kota Sutiaji menyampaikan perlunya meningkatkan kewaspadaan. “Saat ini menjelang Idulfitri banyak orang mudik. Setelah dua tahun kita tidak mudik. Biasanya orang datang dan bertemu dari berbagai tempat, membawa beragam budaya. Saat silaturahim bisa saja pembicaraan itu ditumpangi dengan paham-paham tertentu. Jadi kita harus menjaga kewaspadaan dari semuanya,” katanya. Terlebih, sambung Wali Kota Sutiaji mengatakan lingkungan sosial Kota Malang yang kondusif turut melahirkan ekosistem pembangunan yang sehat, tenteram dan damai. Sehingga menjadi daya tarik bagi ratusan ribu pendatang, mahasiswa maupun pekerja dari berbagai daerah. Keberagaman ini menurutnya dapat memicu potensi-potensi gesekan sehingga penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme. “Apabila ada kerawanan sosial mesti dia datang (penyebar radikalisme, red), itu ciri cirinya. Biasanya dikait-kaitkan dengan sila kelima yang belum tercapai, seperti keadilan sosial yang belum tercapai. Paham-paham radikal ini tidak pernah berhenti. Makanya kita waspada, jangan sampai mudah terprovokasi,” terang Wali Kota Sutiaji. Karenanya, Wali Kota Sutiaji menyampaikan pentingnya literasi untuk menangkal radikalisme. “Kita harus memberikan literasi terhadap masyarakat semua. Salah satunya dengan memahami kemajemukan Kota Malang, tentu ini menjadi penting sebagai bagian dari kewaspadaan dini. Tak lupa perlu memperbanyak literasi ideologi nasionalisme dan Pancasila. Juga tetap kita kuatkan, berulang kali lagu Indonesia Raya itu kan sebenernya mentasbihkan bahwa kita hidup di Indonesia,” urainya. Wali Kota Sutiaji mengatakan untuk memperkuat sinergi berbagai elemen masyarakat juga menjadi strategi untuk meningkatkan kewaspadaan dini terhadap paham radikalisme. “Untuk itu perlu kewaspadaan. Jalin komunikasi yang baik. Ada babinsa, bhabinkamtibmas, pak RT, pak RW, tokoh masyarakat, lurah, camat, dan panjenengan yang dituakan oleh kelompok masyarakat. Lakukan mitigasi kerawanan tersebut. Penting juga melakukan pemetaan potensi konflik, ancaman, hambatan dan gangguan,” bebernya. Lebih lanjut, Wali Kota mengajak untuk menguatkan ruang-ruang dialog dan silaturahmi intra dan antar umar beragama maupun antar kelompok masyarakat. "Supaya tidak salah paham, supaya tidak curiga. Jika sudah salah paham akan semakin panjang. Silaturahim juga penting, untuk membangun penguatan literasi kita semua,” terangnya. Hadir pada acara ini, Kapolresta Malang Kota Kombespol Budi Hermanto SIK MSi, Komandan Kodim 0833 Kota Malang Letkol Kaveleri Heru Wibowo Sofa SH, serta Islah Bahrawi, tenaga ahli Pencegahan Radikalisme Ekstremisme dan Terorisme Mabes Polri selaku narasumber. Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kota Malang Rinawati menyebut bahwa kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut atas Kegiatan Silaturahmi dan Komitmen Bersama Forkopimda se-Jawa Timur dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Jawa Timur, di Surabaya, Selasa (11/4). Karenanya, sosialisasi hari ini dihadirkan sebagai upaya menjaga kondusifitas di Kota Malang. Sebanyak 80 peserta, terdiri dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Kota Malang hadir pada acara ini. “Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menjaga kondusifitas Kota Malang maka perlu dilakukan langkah langkah antara lain meningkatkan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan intoleransi dan nilai-nilai kebangsaan maupun peningkatan kewaspadaan pelaksanaan kajian-kajian yang menghadirkan tokoh-tokoh yang mempunyai kecenderungan pemecah belah dan radikalisme,” kata Rina. (*/ari)
Jelang Idulfitri, Wali Kota Sutiaji: Waspadai Penyebaran Radikalisme
Selasa 18-04-2023,21:39 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 18-03-2026,15:18 WIB
Rekam Jejak Kelam Pencuri Motor di Arjuno, Beraksi di 14 TKP dan 5 Kali Masuk Bui
Rabu 18-03-2026,18:23 WIB
Adu Banteng di Jalan Rajawali Surabaya, Pemotor Tewas Usai Tabrak Rombong Hingga Terbakar
Rabu 18-03-2026,19:32 WIB
Mantan Kepala Cabang Bobol Pegadaian Lontar Surabaya karena Dendam Dituduh Mencuri
Rabu 18-03-2026,16:50 WIB
Jelang Idulfitri 2026, Ini Kebiasaan dan larangan yang Perlu Dihindari Saat Perayaan Lebaran
Rabu 18-03-2026,17:45 WIB
Pajak Reklame Naik Signifikan, P3I Jatim Pertanyakan Dasar Hukum Kebijakan Pemkot Surabaya
Terkini
Kamis 19-03-2026,15:01 WIB
Resonansi Makna Dalam Panasnya Geopolitik
Kamis 19-03-2026,14:57 WIB
Solusi Mudik Tenang, Jasa Cat Sitter dan Penitipan Kucing di Surabaya Banjir Order Jelang Lebaran
Kamis 19-03-2026,13:44 WIB
Pengamanan Humanis Polisi Warnai Pawai Ogoh-Ogoh di Menganti, Ribuan Warga Antusias
Kamis 19-03-2026,13:41 WIB
Icha Yang Hipnotis Ribuan Tamu Cap Go Meh 2026 di Jakarta
Kamis 19-03-2026,13:36 WIB