Pakar Biostatistika Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Dr Windhu Purnomo. Surabaya, memorandum.co.id -Pemerintah melarang perdagangan baju bekas impor di Indonesia. Ini terkait sebagai upaya melindungi industri tekstil dalam negeri dan juga warga dari paparan penyakit. Pakar Biostatistika Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Dr Windhu Purnomo mengungkapkan bahwa baju bekas bukanlah suatu masalah. Windhu memaparkan bahwa baju bekas tidak berbahaya bagi kesehatan. Asalkan memahami bagaimana cara sterilisasi sebelum pemakaian. “Kita lihat dari sisi kesehatan sekarang, bukan dari sisi ekonomi. Dasar larangan impor baju bekas sebetulnya lebih ke arah kepada perlindungan industri garmen dalam negeri,” tandas Windhu, Rabu (12/4/2023). Selama baju bekas itu bersih, dicuci dengan baik dan benar. Baju bekas boleh dipakai. Ia menilai baju bekas yang seseorang beli dari thrifting dengan baju bekas yang ada di dalam lemari tak dipakai dalam kurun waktu lama miliki resiko yang sama. “Kita juga pernah punya baju yang lama di lemari lalu baunya apek. Itu artinya ada jamur. Sama saja seperti baju bekas dari thrifting,” ujarnya. “Jamur, bakteri, hingga virus kemungkinan ada pada baju-baju bekas seperti bakteri escherichia coli (E. Coli), staphylococcus aureus, dan lain-lain,” kata Windhu. Windhu mengatakan untuk menghindari terjangkit virus ataupun bakteri sebelum pemakaian, baju bekas dianjurkan direndam air panas selama setengah jam. Kemudian setelah itu dimasukkan ke dalam mesin cuci. Dengan tujuan jamur, bakteri dan virus akan mati karena terpapar suhu tinggi. “Masyarakat sebenarnya membeli baju bekas karena terpaksa, karena hemat dan lebih murah. Pakai baju bekas tidak apa-apa asal steril sebelum dipakai,” tandas Pakar Biostatistika FKM Unair ini. Dalam situasi membeli baju baru pada faktanya punyai risiko yang sama. “Kalau pun kita beli yang baru di toko belum tentu 100% tidak ada bakteri atau virus. Ada kemungkinan baju-baju baru di toko sudah pernah dicoba dan dipegang oleh banyak orang. Jadi, lebih baik sebelum dipakai harus dicuci. Tapi jika baju baru tidak perlu air panas tidak apa-apa,” beber dosen FKM Unair ini. Epidemolog Unair ini menjelaskan dalam dunia kesehatan pakaian bekas yang masih layak tetap boleh dipakai. Asal dicuci sesuai anjuran dan benar-benar steril. Kendati demikian, ia tidak menganjurkan pemakaian pakaian dalam bekas karena punyai risiko tinggi bagi kesehatan. (x1/alf)
Masyarakat Boleh Pakai Baju Bekas, Pakar: Harus Disterilkan Dulu
Rabu 12-04-2023,18:48 WIB
Reporter : Syaifuddin
Editor : Syaifuddin
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 03-09-2026,00:29 WIB
Pemuda Lumajang Atho' Illah Tulis Biografi Gus Kikin, Ketua Umum PBNU Terpilih
Kamis 03-09-2026,01:25 WIB
Bukan Pemeran Utama, Kenapa Second Lead Drama Korea Malah Bikin Jatuh Hati?
Kamis 03-09-2026,02:14 WIB
Kopi Jawa Timur Dibidik Batavia Roast untuk Tembus Pasar Belanda
Rabu 02-09-2026,22:35 WIB
Jawa Timur Dominasi Voli Putri Indonesia untuk Asian Games 2026
Terkini
Kamis 03-09-2026,22:04 WIB
Pemkab Gresik Perkuat Perlindungan Konsumen Lewat Tera Timbangan Pedagang
Kamis 03-09-2026,21:30 WIB
BRIDA Jatim Dorong Hasil Riset YAGITU Jadi Dasar Kebijakan UMKM Pangan
Kamis 03-09-2026,21:26 WIB
Ketika Game Jadi Orang Ketiga (5): Realita Pahit Pecandu Game
Kamis 03-09-2026,21:16 WIB
6 Fakultas Universitas Brawijaya Didorong KemenPANRB Perkuat Zona Integritas
Kamis 03-09-2026,21:10 WIB