Madiun, Memorandum.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun memastikan stok obat-obatan untuk klien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tercukupi. Hingga saat ini, jumlah ODGJ di Kabupaten Madiun mencapai 2.072 orang. Angka yang cukup tinggi tentunya menjadi tugas pemerintah maupun lingkungan sekitar untuk mendukung kesembuhan klien, baik dari sisi rehabilitasi medis maupun rehabilitasi sosial. Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, dr Anies Djaka mengatakan, dari sisi medis telah menjadi tugas Dinkes untuk menyediakan fasilitas penunjang kesembuhan klien, salah satunya adalah obat-obatan. Pihaknya telah memastikan stok obat-obatan di gudang farmasi untuk klien ODGJ di Kabupaten Madiun tercukupi. "Kondisi obat yang ada di Kabupaten Madiun aman kita distribusikan ke 26 puskesmas stoknya untuk mengantisipasi kekurangan," katanya. Pada umumnya beberapa obat yang diperlukan klien dalam masa rehabilitasi medis baik dirumah sakit maupun rawat jalan meliputi obat yang antidepresan, antikecemasan, penstabil mood dan antipsikotik. Selain itu, RSUD Caruban telah disiapkan gedung rawat inap jiwa untuk menampung rujukan klien dari puskesmas. "Pasien terkontrol cukup puskesmas ambil obat, kalau terjadi kambuh sampai mengamuk kita rujuk ke RS Caruban yang siap menerima rujukan pasien jiwa," ujarnya. Pun, memastikan biaya obat-obatan untuk pasien jiwa ditanggung oleh pemerintah, baik masyarakat yang mempunyai BPJS maupun tidak. "Aman, gratis semua," tuturnya. Klien yang ingin mendapatkan obat, lanjutnya, cukup mendatangi puskesmas setempat. Sedangkan untuk pasien lama tinggal mengambil obat sesuai buku kendali yang telah diresepkan dokter spesialis jiwa. Sementara pasien baru, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendapatkan obat yang sesuai dengan tingkat keparahan. Setelah beberapa minggu konsumsi obat, akan dilakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi jika hasilnya dinyatakan baik, resep akan dilanjutkan. Namun sebaliknya, jika kondisi klien tak kunjung membaik atau bahkan tidak ada perubahan terdapat dua opsi yakni meningkatkan dosis obat atau merujuk rumah sakit jiwa. "Jika evaluasi dalam beberapa minggu ada perubahan baik obat dilanjutkan, kalau tidak ada perubahan bisa dinaikkan dosis atau dirujuk kerumah sakit," bebernya.(dry)
Stok Obat ODGJ di Kabupaten Madiun Cukup
Jumat 02-12-2022,15:11 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 15-03-2026,12:10 WIB
Wujud Syukur Program MBG, Dapur Sogo Madiun Tebar Kebaikan di Bulan Suci
Minggu 15-03-2026,11:24 WIB
Ngabuburit Road Safety, Satlantas Polres Lumajang Guyur Pengendara dengan 500 Paket Takjil
Minggu 15-03-2026,08:41 WIB
Edan! Arda Güler Cetak Gol dari Jarak 68 Meter, Real Madrid Hajar Elche 4-1 di LaLiga
Minggu 15-03-2026,16:41 WIB
Bahagianya Para Ibu Terima MBG Spesial Ramadan: Berasa Dapat Parsel Lebaran
Minggu 15-03-2026,08:45 WIB
Patroli Polres Gresik Amankan 21 Pelajar Konvoi Sahur on the Road
Terkini
Minggu 15-03-2026,22:56 WIB
Jangan Asal Beli! Ini Tips Cerdas Memilih Kue Kering Lebaran yang Aman dan Berkualitas
Minggu 15-03-2026,20:52 WIB
PKB Jombang Pastikan Gen Z Masuk Ring Utama Kepengurusan Jelang Muscab
Minggu 15-03-2026,19:55 WIB
Puting Beliung Hantam Desa Segorotambak Sedati, 50 Rumah Rusak
Minggu 15-03-2026,19:41 WIB
Muslimat Kureksari Waru Santuni 45 Janda dan Duafa Jelang Idulfitri
Minggu 15-03-2026,18:10 WIB