new idulfitri

Korban Catcalling Sukomanunggal Surabaya Terpaksa Damai dengan Pelaku

Korban Catcalling Sukomanunggal Surabaya Terpaksa Damai dengan Pelaku

Tangkapan layar video pelaku catcalling dilabrak oleh korbannya di Putat Gede Barat--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal (Catcalling) yang menimpa NI, warga Surabaya di Jalan Putat Gede Barat, Sukomanunggal berakhir damai

Kasus itu viral di media sosial (medsos). Pelaku utamanya ialah dua orang yaitu WC (42) asal Pakis Tirtosari dan DS (35) warga setempat. Setelah viral pada Sabtu (4/5) respons cepat langsung datang dari pihak berwenang. 

BACA JUGA:Komitmen Jaga Toleransi, Kapolsek Sukomanunggal Pimpin Pengamanan Ibadah Paskah


Mini Kidi Wipes.--

Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Sukomanunggal mendatangi kos korban dan meminta keterangan. Petugas juga turut memanggil kedua terduga pelaku untuk dipertemukan dengan korban, dalam rangka membicarakan maslaah tersebut dengan kepala dingin.

AM, pacar NI mengaku mau damai dengan pelaku pelecehan seksual secara verbal lantaran pelanggaran tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku, kurang kuat untuk diseret ke ranah hukum. Atas saran dari berbagai pihak termasuk polisi, dia akhirnya mau berdamai.

"Iya jadi kita ambil jalur damai soalnya untuk masuk ke jalur hukum lebih lanjut, harus ada kata yang lebih vulgar untuk pasal catcalling atau pelecehan seksual secara verbal," katanya pad Memorandum, Senin, 6 April 2026.

BACA JUGA:Personel Polsek Sukomanunggal Siaga Atur Arus Lalu Lintas Pagi di Titik Rawan Kemacetan


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Selain melakukan catcalling berupa memanggil NI 'hey cantik' dan 'cewek', salah satu pelaku juga ada yang menendang AM ketika mereka melabrak tongkrongan bapak-bapak itu pada Jumat (3/5) malam. Namun itu juga disebut polisi tidak bisa dipidana.

"Tapi untuk masuk ke pasal kekerasan juga gak bisa. Karena sebenarnya mereka semua ini mabuk mas, jadi bekas tendangan dan pukulan itu gak parah dan gak bisa di visum. iya, kemarin waktu kejadian sambil mabuk mereka, kecium aromanya dan diajak ngobrol gak nyambung," lanjutnya.

AM sudah menduga bila mediasi itu menggiring dirinya agar berdamai dengan pelaku. Sebenarnya dia ingin memidanakan pelaku, namun hal itu dia batalkan atas berbagai pertimbangan. Mulai dari kurang kuat kasusnya untuk dijadikan laporan dan para pelaku merupakan tulang punggung keluarga.

BACA JUGA:Pastikan Stok BBM Aman, Polsek Sukomanunggal Gelar Patroli di SPBU Kupang Jaya

"Jadi gak ada pasal yang masuk. Ini juga mungkin mediasi karena terlanjur viral. Saya gak tau deh kalo gak viral. Mungkin benar yang orang-orang bilang, no viral no justice. Saya juga ambil langkah damai karena saran juga, kasian, mungkin mereka sebagai tulang punggung keluarga," ungkapnya.

Sumber:

Berita Terkait