Jombang, Memorandum.co.id - Puluhan buruh di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menggelar aksi demonstrasi di depan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang Jalan KH Wahid Hasyim. Para buruh yang tergabung dalam Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) tersebut, menuntut kenaikan upah buruh sebesar 10 persen dari Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebelumnya, yakni sebesar Rp 2,654,095. Ketua DPC Sarbumusi Jombang, Lutfi Molyono mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi tuntutan para buruh terkait kenaikan upah tahun 2023, karena hampir selama empat tahun (2019 -2022) tidak ada kenaikan upah. Kebijakan 2022 yang tidak ada kenaikan upah, para serikat buruh, serikat pekerja di Surabaya mengajukan gugatan ke PTUN. "Itu riil dimenangkan teman-teman (para buruh)," katanya, Senin (14/11/2022). Lutfi membeberkan, bahwa SK Gubernur Nomor Nomor 188/803/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di Jawa Timur Tahun 2022 itu dicabut dan disuruh untuk revisi agar menaikkan upah di kabupaten/kota seluruh Jawa Timur. "Kalau tidak salah pernah saya baca, UMK di Jombang tahun 2022 semestinya sesuai putisan PTUN Rp 2,9juta sekian," bebernya. Selanjutnya Lutfi menerangkan, tuntutan kedua yakni oencabutan omnibuslaw. Mengingat putusan di Mahkamah Konstitusi (MK) dinyatakan inkonstitusional dan disuruh untuk merevisi. Batas waktu pemerintah untuk merevisi omnibuslaw itu pada 25 November 2022. "Kalau tidak bisa merevisi, maka secara otomatis batal demi hukum dan kembali pada UU lama," terangnya. Lutfi menegaskan, bahwa itu perintah MK terhadap omnibuslaw. Karena ia betul-betul mengawal, menyoroti, bahkan dihitung, dua tahun setelah putisan MK jatuhnya pada 25 November. Kemudian yang ketiga ia minta adanya supervisi terhadap pemerintah yang dikorelasi dengan program Bupati Jombang. "Yaitu menyerap pengangguran. Ini ada teman-teman pemuda dari Desa Jatigedong yang kesulitan dan mendapat diskriminasi dengan pekerja dari luar, oleh perangkat desanya, CJI, dan lain-lain," tegasnya. Faktanya, ungkap Lutfi, begitu melamar pekerjaan, tidak pernah diterima dengan apapun. Mereka memiliki kelompok Forum Pemuda Kerukunan Jatigedong di satu desa sekitar 50 orang yang sampai sekarang masih pengangguran. "Untuk kenaikan kita mengusulkan sebesar 10 persen, karena mayoritas teman-teman minta 10 persen," ungkapnya. Lutfi menandaskan, seiring dengan tuntutan teman-teman Gerakan Serikat Pekerja (Gesper) Jatim yang meminta kenaikan sebesar 13 persen, nanti mudah-mudahan ada jalan tengah dari Gubernur Jatim. "Karena pada 17 November nanti kita akan mengikuti aksi disana," tukasnya. Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Jombang, Priadi menerangkan, bahwa prinsipnya itu supaya upah itu dinaikkan sesuai dengan kondisi lapangan. "Mudah-mudahan naik lah," terangnya. Priadi mengungkapkan, ketika ia melakukan pertemuan pendahuluan dengan para pengusaha, pada prinsipnya setuju dengan kenaikan upah. Namun untuk besaran prosentase kenaikan ia tidak berani menyebutkan. "Belum ya. Penetapannya awal Desember kalau tidak salah. Nanti provinsi yang menetapkan," pungkasnya. (yus)
Buruh Jombang Demo Tuntut Kenaikan Upah 10 Persen
Senin 14-11-2022,14:04 WIB
Reporter : Aziz Manna Memorandum
Editor : Aziz Manna Memorandum
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Sabtu 14-03-2026,06:33 WIB
Libur Nyepi dan Idulfitri, Tugu Tirta Kota Malang Pastikan Pasokan Air Minum Tetap Aman
Sabtu 14-03-2026,11:11 WIB
Ramadan Penuh Berkah, 34 Anak Yatim di Tambaksumur Waru Terima Santunan Uang dan Sembako
Sabtu 14-03-2026,08:00 WIB
Kisah Perwira Polri Temukan Kedamaian Islam: Dari Gerakan Tanpa Kata, Menuju Iman yang Nyata
Sabtu 14-03-2026,09:00 WIB
Istri yang Selalu Kurang: Uang yang Tak Pernah Cukup (1)
Sabtu 14-03-2026,11:46 WIB
Cari Solusi Penataan PKL Exit Tol Banyu Urip, Camat Sukomanunggal Gandeng Jasa Marga dan Kementerian PUPR
Terkini
Sabtu 14-03-2026,23:02 WIB
Jelang Idulfitri, Bulog Jatim Salurkan 42 Ribu Ton Beras dan 9 Juta Liter Minyak Kita
Sabtu 14-03-2026,22:56 WIB
Wali Kota Surabaya Serahkan Santunan Lebaran untuk Anak Yatim hingga Ojol
Sabtu 14-03-2026,22:37 WIB
Penghujung Ramadan, Warga Aceh Tamiang Ramai Berburu Takjil dan Belanja Kebutuhan Lebaran
Sabtu 14-03-2026,22:23 WIB
Berkat Program MBG, Usaha Tempe di Sukoharjo Naik 100 Persen dan Buka Lapangan Kerja Baru
Sabtu 14-03-2026,22:14 WIB